UNTUK INDONESIA
9 Perawat dan 3 Dokter Positif Corona di Aceh
Jumlah dokter maupun tenaga medis yang terpapar virus Corona atau Covid-19 di Aceh melonjak tinggi sejak dua pekan terakhir.
Salah satu petugas medis mengenakan jas hujan plastik sebagai langkah agar tidak terjadi kontak langsung dengan pasien, Banda Aceh, Aceh, Selasa, 14 April 2020. (Foto: Tagar/Ahmad Mufti)

Banda Aceh - Jumlah dokter maupun tenaga medis yang terpapar virus Corona atau Covid-19 di Aceh melonjak tinggi sejak dua pekan terakhir. Karena itu, Dinas Kesehatan Aceh meminta para dokter dan tenaga medis untuk lebih berhati-hati dalam menangani pasien.

"Untuk itu kami berharap kita harus lebih hati-hati. Apalagi tenaga medis menjadi garda terdepan sehingga harus hati-hati," kata Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Hanif di Banda Aceh, Senin, 29 Juni 2020.

Ia menjelaskan, berdasarkan data terakhir, setidaknya ada 3 dokter yang positif Covid-19, yaitu 2 orang dari Rumah Sakit Umum Meuraxa Kota Banda Aceh dan 1 orang di salah satu puskesmas di Kabupaten Aceh Tamiang.

Baca juga: 

Sedangkan tenaga medis yang positif berjumlah 9 orang, yang tersebar di RSUDZA Banda Aceh, RS Bhayangkara Banda Aceh dan salah satu puskesmas di Kabupaten Aceh Tamiang.

Menurut Hanif, para dokter dan tenaga medis itu terpapar virus Corona karena faktor kelengahan. Oleh karena itu, ke depan ia meminta para tenaga medis untuk lebih berhati-hati.

"Bisa jadi memang itu faktor kelengahan atau sudah takdir pada sesuatu saat kita, ada beberapa titik yang memang harus lebih hati-hati pada saat memberikan pelayanan terhadap pasien," tutur Hanif.

Ia menjelaskan, beberapa titik yang harus berhati-hati adalah saat dokter atau tenaga medis melayani dan memberikan tindakan medis terhadap pasien itu, seperti memasang ventilator dan memberikan tindakan lain yang langsung berhubungan dengan pasien.

"Kemudian pada saat membuka baju, masker, jadi baju itu sudah terkontaminasi saat dibuka sehingga terinfeksi. Itu salah satu titik rawannya di samping yang lain," ujarnya.

Selain itu, Hanif juga meminta tenaga medis di puskesmas di seluruh Aceh harus meningkatkan kehati-hatian, karena setiap hari mereka dikunjungi pasien yang berobat.

"Dia berobat ke puskesmas gejala tidak ada, di situ biasanya yang membuat tenaga kesehatan itu kena. Atau berobat dengan penyakit lain, misalnya ke UGD dengan kecelakaan lalu lintas," ujar Hanif.

Dalam kesempatan itu, Hanif menyerukan kepada tenaga medis untuk mengintropeksi diri dan selalu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Ini jadi intropeksi diri untuk kami petugas kesehatan supaya dalam memberikan pelayanan kesehatan untuk pasien apapun harus lebih hati-hati tidak hanya pasien Covid-19," ujar Hanif. []

Berita terkait
Aparatur Desa di Aceh Harus Berperan Perang Covid-19
Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, meminta pemerintah kota untuk memanfaatkan aparatur desa dalam mengantisipasi peredaran virus corona.
Sopir Ambulans di Aceh Mengeluh Minimnya Fasilitas
Pengurus Organisasi Persaudaraan Pengemudi Ambulans Indonesia (PPAI) Provinsi Aceh mengeluh akibat minimnya fasilitas tersedia.
Aceh Kembali Perketat Pintu Masuk di Perbatasan
Pemerintah Aceh akan kembali memperketat pengawasan lalu-lintas orang di pintu masuk ke Aceh di wilayah perbatasan.
0
9 Perawat dan 3 Dokter Positif Corona di Aceh
Jumlah dokter maupun tenaga medis yang terpapar virus Corona atau Covid-19 di Aceh melonjak tinggi sejak dua pekan terakhir.