UNTUK INDONESIA
84 Warga Binaan Rutan Bantaeng Dapat Remisi
Lapas kelas IIB Bantaeng memberi remisi umum bagi 84 narapidana di hari ulang tahun RI ke-74.
Muhammad Ishak, Karutan Kelas 2 B saat memberikan sambutan di acara pemberian remisi tahanan. (Foto: Tagar/Fitriani Aulia Riska)

Bantaeng - Dalam rangka memperingati HUT RI ke-74, Lembaga Permasyarakatan atau Lapas Kelas IIB Bantaeng memberikan remisi umum bagi 84 narapidana, Sabtu kemarin, 17 Agustus 2019.

Diketahui, Remisi umum tersebut diberikan oleh Menteri Hukum dan Ham bagi mereka yang telah mendapat pembinaan hingga berperilaku baik selama menjalani masa pidana di rumah tahanan atau Rutan.

Bupati Bantaeng, Ilham Azikin menghadiri penyerahan secara simbolik kepada perwakilan Narapidana yang mendapat remisi tersebut

Tururt hadir segenap unsur Forkopimda, serta Ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Bantaeng, dan para Kepala SKPD di lingkup Pemerintah Kabupaten Bantaeng.

Kepala Rutan Kelas II B Bantaeng, Muhammad Ishak mengatakan, pemberian remisi kepada 84 Narapidana itu, tak lepas dari program Rutan Kelas IIB Bantaeng dalam hal pembinaan kerohanian.

Hal itu diakuinya mampu mengingatkan para narapidana untuk senantiasa berbuat baik. Sebab, melalui kegiatan keagamaan, maka akan terbersit di hati untuk tidak lagi berbuat kejahatan.

“Di Rutan Bantaeng ini, kami memiliki program pembinaan unggulan yaitu program pembinaan kerohanian, satu orang satu mushab Al-qur’an. Program pembinaan kerohanian ini diharapkan mampu menjadi sebuah wadah untuk bisa lebih mendekatkan jiwa para warga binaan dan tahanan dengan Sang Pencipta, agar setelah habis menjalani masa pidana, keinginan mereka untuk berbuat kesalahan lagi bisa diminimalisir atau bahkan sudah hilang sama sekali," kata dia, Minggu, 18 Agustus 2019.

Baginya, seluruh narapidana bukanlah orang yang jahat, hanya saja mereka tersesat dengan binar-binar keduniaan. Ketersesatan itu lantas memicu terjadinya tindak kejahatan.

"Warga binaan bukanlah orang jahat, mereka hanya tersesat," pungkas Ishak.

Selain itu, Muhammad Ishak juga berharap ada bantuan dari pemerintah setempat untuk pengadaan kitab suci Al Qur'an. Sebab selama ini, para narapidana yang habis masa pidananya selalu diberi kitab suci guna menjadi bekal, agar senantiasa dibaca.

“Kami meminta bantuan berupa pengadaan mushaf Al-qur,an bagi warga binaan yang ada di dalam rutan Bantaeng ini, sebab warga binaan yang telah habis menjalani masa pidana di dalam rutan kelas II B Bantaeng ini, selalu diberi mushaf untuk bisa mereka pergunakan di luar nanti. Tujuannya agar mereka bisa dengan cepat diterima oleh masyarakat luar dan mematahkan stigma buruk masyarakat mengenai bekas narapidana,” harap dia.

Berdasarkan data yang dihimpun, 84 orang yang menerima remisi umum di tahun 2019 ini masing-masing 27 orang mendapatkan remisi selama satu bulan, 14 orang mendapatkan remisi selama dua bulan, 29 orang mendapatkan remisi selama tiga bulan, dan 14 orang mendapatkan remisi selama empat bulan.

Di sela-sela kegiatan kemarin, kata Ishak, Rutan Kelas II B Bantaeng juga menampilkan Vocal Group dan Tarian Kolosal Lagu Indonesia Bekerja oleh Warga Binaan Pemasyarakatan Rutan Bantaeng.

Sebelumnya, pada tanggal 15 Agustus 2019 lalu, Lembaga Permasyarakatan berhasil memecahkan Rekor MURI Indonesia dengan Tarian Kolosal Massal yang dilaksanakan serentak di seluruh UPT Pemasyarakatan se-Indonesia.

Tak lupa, warga binaan juga memberikan acara hiburan yaitu tarian Poco-Poco yang juga meraih penghargaan Guiness Book of Record pada tahun 2018 di hadapan seluruh tamu yang hadir. []

Baca juga:

Berita terkait
Bendera Raksasa Sepanjang 74 Meter di Bantaeng
Ratusan orang mengarak sebuah Bendera raksasa yang memiliki panjang 74 meter, berjalan kaki dari pelosok desa Bonto Lojong menuju pantai Seruni.
Penulis Asal Bantaeng Apresiasi Kirab Bendera 74 Meter
Kirab bendera sepanjang 74 meter dari Desa Bonto Lojong mengundang decak kagum berbagai kalangan di kota Bantaeng.
Pengibaran Bendera di Bantaeng Dalam Suasana Hujan
Pengibaran bendera dalam rangka 17 Agustus di kota Bantaeng berlangsung dalam suasana hujan.
0
Sekjen NasDem: Soal Kabinet, Itu Kewenangan Presiden
Pertemuan Prabowo Subianto dengan Surya Paloh tidak membicarakan soal koalisi, opsisi dan jatah menteri karena merupakan kewenangan presiden