814 Ribu Dokter dan Nakes Sudah Divaksin Tahap Pertama

Sudah 814.000 dokter dan juga tenaga kesehatan yang telah diberikan dosis pertama sejak pencanangan pertama Presiden Joko Widodo.
Rektor USU Muryanto Amin mengikuti penyuntikan vaksinasi Covid-19 di Pendopo USU. (Foto: Tagar/Andi Nasution).

Medan - Inspektur Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi mengatakan, sudah 814.000 dokter dan tenaga kesehatan yang telah diberikan dosis pertama sejak pencanangan pertama dilakukan Presiden Joko Widodo.

Persentasenya sekitar 50 persen dari yang ditargetkan oleh presiden, yakni dari yang 1,65 juta orang tenaga kesehatan.

Dia menyebut, persentase pemberian vaksin di tiap provinsi berbeda-beda. Ada yang sudah mencapai 90 persen untuk dosis pertama, dan masih banyak juga yang hanya 30 persen.

"Saya berikan apresiasi bagi kabupaten kota yang sudah di atas 50 persen, seperti Kabupaten Simalungun, Kabupaten Dairi, dan Kabupaten Karo yang sudah melampaui 50 persen capaian pemberian vaksin ke tenaga kesehatan untuk dosis pertama," jelas Oscar Primadi, saat mengikuti Pencanangan Pekan Vaksinasi Covid-19 di Pendopo USU, Medan pada Rabu, 10 Februari 2021.

Pencanangan pekan vaksinasi sendiri dilakukan untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 kepada para dokter dan tenaga kesehatan di daerah itu.

Menurut Oscar Primadi, vaksinasi memberikan dampak yang cukup berarti dalam upaya mengendalikan penyebaran Covid-19.

"Kami menargetkan untuk seluruh Indonesia bisa melakukan 363 juta suntikan yang harus selesai dalam jangka waktu 300 hari, agar bisa mencapai herd immunity (kekebalan kelompok) yang betul-betul maksimal, untuk mencapai itu, kami tak kenal waktu libur," ujarnya.

Masih banyak masyarakat yang belum menerima informasi tentang vaksin sehingga banyak yang menolak

Wakil Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Sumut Arsyad Lubis mengatakan, pencanangan pekan vaksinasi itu dibuat untuk para dokter, tenaga kesehatan atau pun pembantu tenaga kesehatan.

"Ini adalah upaya percepatan vaksinasi, karena kami melihat proses pemberian vaksinasi belum sesuai harapan," kata Arsyad Lubis.

Dia juga menjelaskan, ada dua sektor yang menjadi fokus utama Satgas Covid-19 Sumut. Pertama, pertumbuhan ekonomi dan kedua adalah penekanan penyebaran Covid-19.

Baca juga: 

Saat ini pertumbuhan ekonomi Sumut lebih baik dari provinsi lain, namun belum membaik untuk mengendalikan penyebaran Covid-19.

"Saat ini setiap harinya rata-rata bertambah 175 orang positif," ungkapnya.

Setelah pencanangan ini, kata dia, diharapkan setiap kabupaten kota yang ada di Sumut dapat mengikuti dan memulai vaksinasi terhadap tenaga kesehatan.

"Pekan vaksinasi Covid-19 ini akan berlangsung mulai 11 hingga 17 Februari 2021, data terakhir sudah ada 3.000 orang tenaga kesehatan di Sumut yang sudah mendaftar," terangnya.

Rektor USU Muryanto Amin yang disuntik vaksin pada kesempatan itu, mengatakan Rumah Sakit USU sudah melakukan vaksinasi pada tenaga kesehatan sebanyak 80 persen.

Dia berharap pemerintah mengajak tokoh masyarakat untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya vaksin ini.

"Masih banyak masyarakat yang belum menerima informasi tentang vaksin sehingga banyak yang menolak, padahal vaksin ini sangat penting," tuturnya.[]

Berita terkait
Vaksinasi Virus Corona di Iran dengan Vaksin Sputnik V Rusia
Iran memulai program vaksinasi virus corona (Covid-19) untuk para petugas kesehatan dengan vaksin Sputnik V dari Rusia
Dampak Vaksinasi, Nakes Jateng Terpapar Covid Turun Drastis
Program vaksinasi menunjukkan dampak positif. Jumlah naker yang terpapar Covid-19 di Jateng turun drastis hingga sekitar 50 kasus per minggu.
Anggota Komisi III DPR Dorong Vaksinasi di Lapas Jadi Prioritas
Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Hinca IP Pandjaitan XIII mendukung vaksinasi di Lapas diprioritaskan pemerintah.
0
China Tuduh Amerika Politisasi Asal Muasal Virus Corona
China mengecam langkah Amerika Serikat melacak asal muasal virus corona yang disebut China sebagai “mempolitisasi” pelacakan