UNTUK INDONESIA
8.000 Polisi Amankan Papua Jelang Pelantikan Jokowi
Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal saat ditemui Tagar di Jayapura, mengatakan ribuan personel ini tersebar di 29 kabupaten kota di Papua.
Puluhan anggota Brimob saat patroli keamanan pascarusuh Jayapura, Rabu 4 Oktober 2019. (Foto:Tagar/Paul Manahara Tambunan)

Jayapura - Sebanyak 8.000 personel Kepolisian Daerah Papua diterjunkan untuk mengamankan wilayah paling timur Indonesia ini menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden di Jakarta, Minggu 20 Oktober 2019.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal saat ditemui Tagar di Jayapura, mengatakan ribuan personel ini tersebar di 29 kabupaten kota di Papua.

"Untuk pengamanan jelang pelantikan presiden, kami siapkan 2/3 kekuatan dari total 11 ribu anggota Polda Papua," terangnya kepada sejumlah wartawan di Media Center Polda Papua, Kota Jayapura, Jumat 18 Oktober 2019 sore.

Dia menjelaskan, ribuan personel diterjunkan untuk mengantisipasi perkembangan kamtibmas di seluruh wilayah Papua. Misalnya dengan melakukan razia kepolisian maupun patroli di setiap wilayah untuk menekan terjadinya gangguan kamtibmas.

"Pelantikan presiden ini bertepatan dengan rangkaian Operasi Mantap Brata 2019. Memang pelantikan dilaksanakan di Jakarta, namun seluruh wilayah melakukan rangkaian pengamanan agar tetap kondusif," kata Kamal.

Bahkan, dia mengakui jika selama ini Polda Papua telah melakukan penggalangan terhadap seluruh tokoh masyarakat agar menjaga kedamaian Bumi Cenderawasih. Para tokoh masyarakat pun sepakat mencegah berkembangnya paham radikal di Papua.

Kita khawatir, Jakarta Raya atau Jawa diperketat, mereka melakukan lambungan ke wilayah kita

"Banyak pernyataan tokoh dan stakeholder mendukung pelaksanaan pelantikan presiden kondusif. Mereka juga sepakat mencegah berkembangnya paham radikal di Indonesia, khususnya di Papua," tuturnya.

Kamal menyebut daerah-daerah yang menjad prioritas pengamanan akan menjadi perhatian aparat keamanan. Total empat daerah yang dianggap rawan, meliputi Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Mimika dan Wamena. "Ada beberapa daerah menjadi prioritas kami," katanya.

Dirinya meminta masyarakat agar membantu aparat keamanan dalam memelihara situasi kondusif di Papua. Misalnya dengan memberikan informasi kepada kepolisian jika mengetahui atau mencurigai pihak-pihak yang ingin mengacaukan keamanan di Papua.

"Kalau bepergian masyarakat hendaknya tidak membawa senjata tajam karena sangat membahayakan. Ini demi kebaikan dan keamanan bersama," imbau mantan Wakapolresta Depok ini.

Sebelumnya, Kapolda Papua Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw menyebut, empat daerah di Papua rawan gangguan menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, 20 Oktober mendatang.

Polda Papua pun telah membuat rencana pengamanan di wilayah Papua, termasuk bandara, pelabuhan, serta rumah ibadah. Langkah ini mengantisipasi gangguan dari pihak-pihak tertentu yang ingin mengacaukan Papua.

"Kita khawatir, Jakarta Raya atau Jawa diperketat, mereka melakukan lambungan ke wilayah kita (Papua), sehingga kita jaga dengan rencana pengamanan yang dikonsepkan oleh Karo Ops," kata Waterpauw. []

Berita terkait
Jelang Pelantikan Jokowi, 1.700 Personel Amankan Jatim
Polda Jawa Timur dan TNI mengerahkan pasukan gabungan untuk menjaga keamanan Jatim jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden.
Ada Paranormal di Gladi Bersih Pelantikan Jokowi
Sekjen MPR menanggapi hadirnya paranormal di gladi bersih pelantikan Jokowi dan Maruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024.
BEM UNM Gelar Demo Tuntut Pelantikan Presiden Ditunda
Sejumlah pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar aksi demonstrasi. Ini tuntutannya
0
Pelatih PSM Makassar Respek kepada Persipura
PSM Makassar menaruh respek kepada Persipura Jayapura. Namun mereka optimistis menang atas rivalnya dalam duel di Makassar, Senin 19 November 2019.