UNTUK INDONESIA
8 Pendekar PSHT Sampit Tersangka Pengeroyokan
Polisi resmi menetapkan 8 pendekar PSHT Cabang Sampit, Kotawaringin Timur, Kalteng. Mereka ditahan di rutan.
Kabid Humas Polda Kalteng Komisaris Besar Hendra Rochmawan saat rilis pengeroyokan terhadap Herpansyah oleh 8 oknum pendekar PSHT. (Foto: Tagar/Tiva Rianthy)

Palangka Raya - Polres Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah menahan delapan pendekar dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Mereka melakukan pengeroyokan terhadap Herpansyah, warga Desa Luwuk Ranggan, Kecamatan Cempaga, Kotawaringin Timur.

Kabid Humas Polda Kalteng Komisaris Besar Hendra Rochmawan mengatakan delapan orang tersebut berinisial MKW 24 tahun, MTI 27 tahun, AG 22 tahun, MS 40 tahun, FAW 20 tahun, MES 20 tahun, AM 19 tahun dan MNK 21 tahun. 

"Saat ini Polres Kotawaringin Timur sudah melakukan penyidikan terhadap mereka dan menetapkan sebagai tersangka. Mereka ditahan di rumah tahanan," katanya pada Jumat 14 Februari 2020.

Hendra meminta PSHT memantau murid-muridnya agar kasus tersebut tidak terulang lagi. Murid PSHT diminta tidak bertindak seperti preman dan berlagak jagoan.

Tindakan para pendekar PSHT ini murni kriminalitas. Tindakannya tidak ada berhubungan dengan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA). Untuk itu hendaknya kasus ini dipercaya kepada pihak kepolisian.

Mereka ditahan di rumah tahanan.

Adapun motif dari pengeroyokan karena kesal terhadap korban, yang bercerita kepada rekannya pernah berlatih di perguruan silat ini. Ternyata para pelaku tidak percaya dan sempat menginterogasi korban mempertanyakan kebenaran ucapan korban.

Korban tetap bersikukuh dengan kejujuranya, bahwa pernah berlatih di salah satu cabang PSHT. Tetapi karena sudah tutup sehingga tidak selesai.

Kasus penganiayaan secara bersama-sama ini terungkap dari adegan yang videonya viral di media sosial berdurasi sekitar 1 menit 20 detik. Dalam video tersebut, delapan orang mengeroyok seorang pemuda sambil mengintimidasi dengan kata-kata.

Dari perbincangan antara pelaku dengan korban di dalam video tersebut, para pelaku merasa kesal kepada korban yang mengaku sebagai anggota perguruan silat mereka. Kemudian beramai-ramai menghajar korban untuk memberi pelajaran.

Para pelaku tanpa belas kasihan terus menghajar korban yang sudah tidak berdaya. Mereka tidak peduli kepada korban yang kesakitan dan berusaha menghindar. Bahkan, korban menangis kesakitan hingga buang air kecil di celana. Para pelaku malah mengejek dan tetap mengeroyok korban. []

Baca Juga:

Berita terkait
Warga Keroyok Kakek yang Curi Ponsel di Bantul
Seorang kakek di Bantul sempat dikeroyok warga usai ketahuan mencuri hanphone di warung kelontong. Beruntung petugas cepat datang melerainya.
Pelajar SMP Jambret di Sleman Babak Belur Dikeroyok
Dua penjambret dimassa usai terjatuh dari motor yang dinaikinya. Salah satu pelaku masih berusia 16 tahun atau pelajar SMP.
Pria Dikeroyok hingga Babak Belur di Sleman
Warga Sleman dikeroyok hingga babak belur di dekat perlintasan KA Ambarketawang, Sleman. Polisi masih melakukan pengejaran terhadap enam pelaku.
0
Dikira Suspek Corona, 3 Warga Sumut Cuma Kena ISPA
Empat orang warga Sumatera Utara dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan, karena diduga terkena virus corona atau Covid-19.