UNTUK INDONESIA
751 Tangki Siap Pasok Air Tiga Kabupaten di DIY
Sebanyak 751 mobil tangki disiapkan untuk droping air di tiga kabupaten di DIY, yakni Gunungkidul, Bantul dan Kulon Progo.
Seorang perempuan di Gunungkidul menunjukkan lahan sawahnya mengalami kekeringan. (Foto: Tagar/Rahmat Jiwandono)

Yogyakarta - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyiagakan 751 mobil tangki air untuk droping air kepada warga yang terdampak kekeringan di wilayahnya. Ada tiga kabupaten di Yogyakarta yang selalu mengalami kekeringan saat kemarau, yakni Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul.

Kepala Dinas Sosial DIY, Endah Patmintarsih mengatakan, sebanyak 751 mobil tangki air untuk disalurkan ke tiga kabupaten tersebut. "Kami akan salurkan bantuan air ke Kabupaten Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul," katanya kepada wartawan, Rabu, 2 September 2020.

Adapun rincian mobil tangki air untuk masing-masing kabupaten yakni Bantul 221 tangki, Kulon Progo 250 tangki, dan Gunungkidul 280 tangki. "Terbanyak ada di Gunungkidul," katanya.

Pihaknya sejak minggu lalu sudah menyalurkan droping air ke Bumi Handayani sebanyak 50 mobil tangki air. Sisanya juga akan disalurkan langsung oleh Dinsos DIY. "Kami akan droping air ke tiga kabupaten itu," ujarnya.

Membuat sumur bor dananya bisa menggunakan dana desa.

Menurutnya, setiap tahun di tiga kabupaten itu selalu mengalami kekeringan. Untuk itu, Endah meminta agar ke depannya masing-masing kabupaten punya solusi untuk mengatasi kekeringan. Sehingga setiap tahunnya tidak mengandalkan droping air.

Endah mengimbau, setiap desa melakukan pemetaan mata air. Lalu masyarakat bisa membuat sumur bor. "Membuat sumur bor dananya bisa menggunakan dana desa," imbuhnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji menuturkan bahwa pemerintah daerah sepenuhnya siap membantu daerah yang mengalami kekeringan. Alasannya sebelum pandemi Covid-19 terjadi, masyarakat umum atau pun swasta sukarela membantu dropping air. "Kemungkinan tidak bisa membantu droping air tahun ini karena terdampak Covid-19," terang Aji.

Ihwal anggaran droping air, katanya, ia menjamin anggaran untuk droping air sudah dialokasikan. Meski begitu, pemerintah kabupaten diminta juga untuk menganggarkan dana untuk mengatasi kekeringan. "Diserahkan dulu ke pemkab, kalau sudah tidak anggaran silakan mengajukan ke pemda," kata dia.

Menurutnya, titik kekeringan di Yogyakarta tahun ini lebih sedikit dibanding tahun lalu. Hal itu berdasarkan laporan yang ia terima dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY. "Sepertinya lebih sedikit tahun ini daerah yang kena kekeringan," paparnya. []

Berita terkait
Krisis Air Bersih Parah di Gunungkidul
Krisis air bersih melanda Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Jumlah warga yang terdampak tercatat 109. 648 jiwa yang tersebar di 10 kecamatan
Kulon Progo Siaga Darurat Kekeringan Hingga November
Pemkab Kulon Progo menetapkan status siaga darurat kekeringan di daerah itu, berlaku mulai 1 Agustus sampai 30 November 2020.
BMKG: Tahun Ini Kemarau di Yogyakarta Lebih Basah
Musim kemarau di Yogyakarta tahun ini lebih basah dibanding tahun sebelumnya. Ada hujan di sela-sela kemarau. Begini penjelasan BMKG Yogyakarta.
0
Budiman Sudjatmiko Tidak Sudi Iwan Fals Nyanyi untuk Rizieq
Politisi PDI Perjuangan (PDIP) Budiman Sudjatmiko nampak tidak sudi begitu mengetahui Iwan Fals dinarasikan bernyanyi untuk Habib Rizieq Shihab.