UNTUK INDONESIA

7 Tips Agar Keuangan Surplus Ramadan 2021

Alih-alih bersikap boros, berikut ini 7 tips agar kita bisa menabung saat sebulan berpuasa.
Ilustrasi rupiah. (Sumber: Pixabay/Emaji)

Jakarta - Umat Islam di Nusantara besok, Selasa, 13 April 2021, akan melaksanakan puasa hari pertama Ramadan 2021. Ramadan adalah bulan latihan untuk pengendalian diri. Alih-alih bersikap boros, ada beberapa tips agar keuangan kita sehat saat sebulan berpuasa.

Anehnya pada bulan yang seharusnya perlu mengendalikan diri itu, banyak orang yang mengeluh kalau keuangannya semakin payah pada bulan Ramadan. Padahal pengeluaran mereka untuk makan saat puasa bisa dihemat minimal satu kali makan.

Namun ternyata, pemikiran berhemat tersebut tidak semudah membalikan telapak tangan. Banyak orang, terutama keluarga yang mengistimewakan bulan Ramadan sehingga mereka mengeluarkan uang lebih banyak, baik untuk makan sahur dan tentu saja berbuka puasa.

Belum lagi ditambah biaya transportasi saat mendapat undangan buka bersama. Apalagi pengeluaran yang jauh lebih besar saat mudik lebaran. Alhasil, pascaLebaran, banyak orang yang terpaksa mengambil pinjaman sana-sini. Hal itu tentu menjadi persoalan klasik setiap memasuki bulan puasa.

Puasa tahun ini juga masih dibayang-bayangi dengan masa pandemic covid-19 yang belum menunjukan akan berakhir tuntas. Jadi masing-masing dari kita perlu tetap menjaga diri.

Berikut ini 7 tips yang dikumpulkan dari beberapa sumber agar keuangan kita aman dan bahkan surplus (ada kelebihan) saat menjalani bulan Ramadan 2021, yaitu;

1. Selalu menahan diri

Selain menahan haus dan lapar, berpuasa adalah juga untuk menahan diri. Menahan diri dari segala yang berlebihan. Bagus boleh, tapi tidak perlu mewah.

Sarana untuk beribadah tidak perlu yang baru kalau yang lama masih bagus. Begitu juga dengan hal makan. Kalau bias berhemat untuk pengeluaran 2 kali makan, kenapa harus berlebihan mencari makanan yang mewah hanya karena berpuasa.

Jauh lebih baik apabila membelanjakan uang untuk yang penting-penting saja.

2. Cerdas Berpengeluaran

Saat kita mengeluarkan uang, kita juga perlu bersikap cerdas dan bijak. Bulan puasa ini kita tidak perlu makan di restoran mahal, apalagi dengan keluarga.

Setelah sehari tidak makan dan minum memang tidak ada salahnya menikmati hidangan nikmat di restoran bagus. Namun itu bias dilakukan seminggu sekali atau dua minggu tiga kali.

Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan dengan Mengatur Jam Tidur

3. Manfaatkan promo

Pengusaha ritel sangat paham sifat konsumen Tanah Air yang menahan diri hamper setahun, untuk kemudian membelanjakan pada dua pertiga Ramadan. Mereka akan memberikan promo dan diskon besar-besaran pada saat itu.

Konsumen yang cerdas perlu memanfaatkan promo tersebut sehingga mereka pos pengeluaran mereka untuk pakaian tetap ada sisa, sehingga bisa ditabung.

Bahkan saat ini tawaran promo tidak hanya dating dari pengusaha ritel. Beberapa bank juga memberikan promo dan diskon lewat kartu kredit. Ditambah lagi kemajuan digital juga membuat promo selangkah lebih maju, yaitu lewat dana digital seperti Gopay dan Ovo.

4. Lebih dulu menyiapkan belanja besar

Yang dimaksud belanja besar di sini adalah kebutuhan yang membutuhkan uang yang cukup banyak. Salah satu contohnya adalah mudik. Apabila berencana mudik, keuangannya perlu dipersiapkan jauh-jauh hari.

Selain itu, sarana transportasinya juga harus dipersiapkan dulu. Akankah naik kendaraan pribadi, transportasi umum, atau bergabung dengan rombongan perusahaan (gratis).

Pengeluaran mudik perlu didahulukan karena kebutuhan mendekati lebaran semakin banyak.

5. Manfaatkan aplikasi online

Kemajuan teknologi digital telah melahirkan aplikasi online, baik untuk belanja, membeli tiket, membeli pakaian, beli sepatu, dan masih banyak lagi. Jelang hari raya, aplikasi online seperti Shopee, Lazada, Tokopedia, Traveloka, dan lain-lain akan berlomba-lomba menawarkan diskon untuk produk yang mereka tawarkan.

6. Rajin Menabung

Menabung tidak hanya di bank. Di mana saja kita bisa menabung, baik di mobil, di kamar, atau di meja kantor. Saat pengeluaran makan kita berkurang, kita bisa menabung uang untuk makan kita di mana saja kita ingat.

Kita hanya perlu menyediakan celengan kecil di tempat-tempat yang telah disebutkan tadi. Saat kita membutuhkan uang pascaRamadan, kita tinggal membuka celengan itu dan menyadari betapa kita masih memiliki cukup banyak uang.

7. Manfaatkan THR dengan bijak

Beberapa perusahaan memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) maksimal sepuluh hari sebelum Lebaran. Penghasilan tahunan yang cukup lumayan itu bisa digunakan untuk hal-hal lumayan mahal yang telah lama diidam-idamkan, seperti membeli atau melunasi cicilan motor. Sikap cerdas itu akan membantu keuangan Anda ke depan.

Demikian 7 tips agar Anda memiliki kelebihan uang setelah melewati Ramadan 2021 yang penuh kegembiraan. []


Berita terkait
Bagaimana Puasa Tanpa Sahur, Sahkah?
Tidak sedikit di antara kita yang terlewat sahur tapi tetap berpuasa. Alasan tidak sahur karena bangun kesiangan. Apakah sah berpuasa tanpa sahur?
Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1442H Jatuh pada 13 April 2021
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan 1442H pada Selasa, 13 April 2021 berdasarkan keputusan sidang isbat.
Tetap Produktif Bekerja Saat Puasa Ramadan
Berpuasa bukan berarti kita meninggalkan tanggung jawab pekerjaan di kantor. Kita harus tetap bekerja kendati kantuk dan lemas. Berikut kiatnya.
0
Minum Madu Pas Sahur Supaya Kuat Puasa
Makan sahur penting untuk menunjang aktivitas puasa seharian. Lantas bagaimana penjelasan ilmiah bahwa minum madu pas sahur membuat kuat puasa.