7 Hal yang Harus Dipikirkan Sebelum KPR Rumah

Pahamilah bahwa dalam kesehatan finansial, jumlah aset lancar (kas atau setara kas) yang ideal adalah 15% hingga 20% dari total kekayaan bersih.
Ilustrasi - Investasi properti rumah. (Foto: Tagar/Pixabay)

Jakarta - Memiliki rumah ialah impian semua orang, tetapi kendala keuangan tetaplah menjadi penghambat nomor 1. Besaran uang muka atau Down Payment (DP) yang masih terbilang cukup tinggi jadi salah satu alasan banyak masyarakat masih menunda beli rumah.

Padahal, Bank Indonesia (BI) telah menerapkan stimulus meringankan, yaitu konsumen hanya perlu membayar DP sebesar 15% untuk beli rumah pertama, 20% untuk pembelian rumah kedua, dan 25% untuk rumah ketiga. 

Sebelum memulai KPR-pun calon KPR harus memikirkan dengan matang keputusan. Yuk simak 7 hal apa saja yang harus dipikirkan sebelum memilih KPR.


1. Apakah Anda layak “mencicil rumah?”

Bank atau lembaga pemberi kredit bisa saja memberikan penilaian skor bagus pada Anda karena ketepatan pembayaran angsuran. Namun pastikan dengan seksama apakah anda memang layak untuk melakukan cicilan rumah?

Caranya adalah dengan mengetahui rasio utang berbanding aset Anda sendiri. Nilai rasio utang. berbanding aset menunjukkan berapa besar aset milik kita, yang dibiayai utang. 

Dengan membagi total utang dan total aset kita, maka kita bisa mendapatkan skor untuk rasio ini.

Nilai ideal dari rasio ini adalah di bawah 50%. Jika nilainya lebih dari 50% maka tandanya, nilai utang kita telah melebihi nilai aset dan hal ini jelas menunjukkan ketidaksehatan finansial. Perbaikilah terlebih dulu rasio ini sebelum Anda mengajukan KPR.


2. Jangan berutang jika tak ada dana darurat

Ketersediaan dana darurat yang ideal adalah 3 hingga 6 kali pengeluaran bulanan. Semakin banyak tanggungan kita atau semakin tinggi risiko pekerjaan kita, maka semakin besar pula kebutuhan dana darurat kita.


3. Bebas dari utang-utang konsumtif

Sebelum mengambil KPR, sebaiknya calon melunasi utang konsumtif yang dilakukan pada pinjaman online (pinjol), bank ataupun multifinance.


4. Kumpulkan DP rumah dengan investasikan dana Anda

Ketahuilah terlebih dulu, kapan Anda akan membeli rumah dan membayar uang mukanya. Ketahui pula biaya yang akan Anda keluarkan, dan sisihkan uang Anda secara rutin di instrumen investasi

Jika memang pembelian rumah ditargetkan dalam satu hingga tiga tahun ke depan, maka simpanlah dana tabungan pembelian rumah di instrumen investasi rendah risiko dan memiliki imbal hasil tetap.

Hindari penempatan dana di instrumen tinggi imbal hasil dan tinggi risiko, karena jangka waktu menabung Anda cenderung pendek. Risiko pasar yang terjadi dalam waktu dekat tentu bisa saja mempengaruhi imbal hasil investasi Anda.


5. Pastikan cicilan rumah per bulan tak melebihi 35% penghasilan

Ketika Anda mengajukan KPR ke bank, maka harus bersih dari noda utang. Pasalnya, bank atau lembaga pemberi kredit mungkin saja menyetujui pengajuan KPR dengan nominal cicilan 50% dari penghasilan bulanan. Akan tetapi cicilan rumah yang ideal maksimal adalah 35% dari penghasilan.

Mengapa? Agar kita tidak perlu mengurangi pengeluaran yang terkait kebutuhan pokok sehari-hari, asuransi, maupun investasi untuk dialokasikan ke dalam cicilan.


6. Lindungi diri Anda dan keluarga dengan perlindungan terbaik

Risiko kematian bisa menimpa siapa saja, termasuk Anda yang tengah mencicil rumah. Tidaklah bijak bagi kita untuk meninggalkan warisan berupa utang pada keluarga tercinta kita.

Oleh karena itu, mereka yang memiliki utang, wajib terlindungi dengan asuransi jiwa.Setiap KPR umumnya dilengkapi dengan iuran asuransi jiwa guna memitigasi risiko meninggalnya debitur. Namun apa jadinya, jika seseorang tak hanya memiliki utang KPR melainkan juga ada utang cicilan mobil, kartu kredit, dan lain sebagainya.

Manfaat dari asuransi jiwa sejatinya tidak hanya berguna untuk melunasi warisan utang dari debitur. Melainkan juga bisa bermanfaat untuk biaya hidup keluarga yang ditinggal. Pilihlah asuransi dengan uang pertanggungan yang bisa menutup plafon kredit Anda. Atau pilih yang memberikan uang pertanggungan setidaknya dua kali dari total hutang tertunggak yang kita miliki.


7. Tidak terburu-buru mempercepat pelunasan

Jika Anda berniat mengajukan KPR di bank konvensional, ketahuilah bahwa akan ada biaya penalti pelunasan dipercepat yang akan muncul. Lain halnya dengan KPR syariah. Melunasi cicilan utang di awal waktu bukan hanya memaksa Anda keluar uang lebih banyak. Melainkan juga bisa membuat Anda kekurangan likuiditas atau aset lancar.

Pahamilah bahwa dalam kesehatan finansial, jumlah aset lancar (kas atau setara kas) yang ideal adalah 15% hingga 20% dari total kekayaan bersih. Keberadaan rumah baru tentu saja akan menambah nilai aset Anda yang mana akan mempengaruhi nilai kekayaan bersih (total aset-total hutang). Semakin tinggi kekayaan bersih Anda, maka semakin besar pula aset lancar yang harus dimiliki.[]


(Fiona Renatami)

Baca Juga:

Berita terkait
Cek di Sini, Arah Rumah yang Baik Menurut Fengshui
Rumah yang menghadap timur dipagi hari, rumah akan mendapat banyak sinar matahari langsung dan ini sangat menyehatkan.
Wow! Ini 5 Jenis Olahraga di Rumah untuk Turunkan Berat Badan
Memiliki postur tubuh ideal merupakan impian setiap orang khususnya para wanita. Berikut jenis olahraga di rumah yang dapat menurunkan berat badan.
Lewat Rumah BUMN, Bank Mandiri Dorong UMKM Naik Kelas
Bank Mandiri mendorong UMKMnaik kelas melalui program pengembangan Rumah BUMN (RB) untuk memberikan pelatihan bagi pelaku usaha di Indoensia.
0
7 Hal yang Harus Dipikirkan Sebelum KPR Rumah
Pahamilah bahwa dalam kesehatan finansial, jumlah aset lancar (kas atau setara kas) yang ideal adalah 15% hingga 20% dari total kekayaan bersih.