UNTUK INDONESIA
7 Gunung Maut Selain Gunung Piramid Tempat Thoriq Tiada
Hilangnya Thoriq selama 12 hari di Gunung Piramid, kemudian ditemukan tewas, menjadi sorotan. Ternyata ada 7 gunung maut lain.
Sejumlah pendaki mengejar momen sunset merah yang hanya tersaji di Hargo Dumilah, Puncak tertinggi di Gunung Lawu. (Foto: Tagar/Morteza Syariati Albanna)

Jakarta - Peristiwa hilangnya Thoriq Rizki Maulidan selama 12 hari di Gunung Piramid, Bondowoso, kemudian ditemukan tewas, menjadi sorotan publik. Selain Gunung Piramid, ternyata ada 7 gunung maut lain yang tak selalu ramah dengan pendaki. 

Saat mendaki gunung-gunung itu, ada saja pendaki yang bernasib malang. seperti tersesat, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, mengalami hipotermia, jasad tidak dikenal yang menyisakan tulang belulang, dan tak jarang hilang tanpa jejak. 

Kali ini Tagar merinci 7 gunung yang tak selalu ramah dengan kehadiran pendaki, yaitu 

1. Gunung Salak

Meski menjual eksotisme alam yang luar biasa, gunung yang terletak di Bogor, Jawa Barat ini terkenal akan kisah mistisnya. Tebalnya kabut dan banyaknya jalur menuju puncak ternyata sering membuat pendaki tersesat. Bahkan banyak cerita sulit dipercaya yang diyakini menjadi penyebab beberapa kecelakaan pesawat dan petaka lain.

Salah satu cerita datang dari Ujang Supiandi, warga Sukabumi, yang tersesat di hutan Gunung Salak selama 2 bulan. Pada April 2016 ia mendaki dengan tujuan ingin melihat candi di kawasan gunung itu. Namun bukan candi yang dia temukan karena dia malah tersesat hingga dua bulan dan baru ditemukan oleh Polisi Hutan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Kasus berikutnya terjadi pada tahun 2008 silam, saat ditemukan sesosok mayat pendaki wanita tanpa identitas berusia 30-an tahun. Mayat itu ditemukan oleh salah seorang pendaki yang hendak menghabiskan malam pergantian tahun baru di Puncak Salak 1. Diduga pendaki yang ditemukan tewas ini memaksakan naik menggunakan jalur-jalur tikus alias jalur ilegal, kemudian kehabisan bahan makanan dan terserang hipotermia.

2. Gunung Lawu

Puncak Gunung Lawu yang terletak di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dengan Jawa Timur ini tergolong sebagai gunung yang tidak ramah bagi pemula. Meski memiliki panorama indah, untuk mencapai Puncak Hargo Dumilah yang tersohor dengan momen matahari terbit dan matahari terbenam, tidak mudah.

Seperti Alvi Kurniawan, 20 tahun, yang dinyatakan hilang setelah diajak balapan menuju puncak oleh seorang pendaki wanita asal Wonosobo. Karena diniatkan lomba cepat-cepatan, Alvi melanjutkan pendakian sendiri hingga Pasar Dieng (pasar setan). Sayang, Alvi hingga hari ini tidak pernah berjumpa lagi dengan teman-temannya, begitu juga dengan jasadnya.

3. Gunung Semeru

Berhasil mengapai atap Jawa di Mahameru, Puncak Gunung Semeru, mungkin membuat sebagian orang jemawa. Padahal ujian sejatinya masih ada di depan mata. Sebab, masih terdapat jalanan menurun dari puncak yang dinamakan blank 75 atau jurang berkedalaman 75 meter. Banyak pendaki acap kali terperosok ke jurang ini setelah turun dari puncak.

Lionel Du Creaux, pendaki asal Swiss bersama rekannya Alice Guignard yang berpaspor Prancis mendaki ke Gunung Semeru pada 3 Juni 2016. Belakangan diketahui jika keduanya masuk secara ilegal lantaran tak melakukan registrasi di Pos Perizinan Ranupani dan langsung masuk mendaki ke Semeru.

Dalam perjalanan menuju puncak, Alice yang tak kuat memilih turun ke Kalimati, sedangkan Lionel tetap melanjutkan perjalanan menuju Mahameru. Alice yang tersesat kemudian ditemukan oleh pendaki lainnya dan melaporkan kejadian ini pada 6 Juni 2016. Sedangkan Lionel tak diketahui lagi keberadaannya.

4. Gunung Rinjani 

Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan salah satu gunung terindah di Indonesia. Dibalik kecantikannya, gunung ini memiliki sisi mistis. Hal itu dialami oleh seorang pendaki asal Jakarta bernama Siti Mariam, 29 tahun, yang dinyatakan hilang di Taman Nasional Gunung Rinjani selama 4 hari 3 malam.

Seusai berada di puncak dan berniat turun ke Plawangan, Siti Mariam memberitahukan kepada temannya dia hendak buang hajat. Namun setelah itu, Siti justru menghilang dan tertinggal dari rombongannya yang berjumlah 27 orang. Di kala tersesat, Siti banyak menemukan kejadian janggal. Salah satunya saat ia melihat banyak orang berbalut hitam sedang melihat dan membicarakannya.

Siti pun berusaha berpindah lokasi dengan berjalan semakin ke bawah hingga pada akhirnya bertemu dengan pengembala sapi. Siti langsung meminta bantuan. Dia masih beruntung bisa selamat.

5. Gunung Agung

Nekat mendaki Gunung Agung ditengah larangan untuk mendekati radius 4 kilometer, seorang pria Warga Negara Rusia bernama Aleksandr (28) dilaporkan menghilang oleh tiga rekannya yang ikut mendaki. 

Empat orang bule yang melakukan pendakian tanpa izin saat Gunung Agung tengah erupsi yakni Alvis (27) Warga Negara Perancis, Sergey (30) Warga Negara Ukraina, dan Jhon (30) Warga Negara Ukraina, dan Aleksandr dari Rusia.

Aleksander sempat hilang. Sedangkan ketiga rekannya berhasil turun melapor ke Polsek Rendang kalau salah satu rekannya menghilang saat melakukan pendakian ke gunung tertinggi di Pulau Bali itu.

6 Gunung Arjuno

Faiqus Syamsi, 17 tahun, sempat menyampaikan sebuah pesan kepada ibunya bahwa ia akan membikin heboh. Belakangan, jasad siswa SMKN 5 Surabaya itu ditemukan tinggal tulang belulang setelah hilang lebih dari 100 hari di Gunung Arjuno, Jawa Timur. 

Ia diduga terperosok saat akan mendaki puncak. Tubuh Faiqul Syamsi ditemukan tak utuh, hanya menyisakan kerangka kaki dan tangan di lokasi Lembah Kidang. Jasadnya ditemukan oleh salah seorang pendaki yang kemudian melaporkannya kepada tim Basarnas.

7. Gunung Slamet

Seorang santri pondok pesantren Attolibiyah Mobok Karsih, Bumijawa, Tegal, bernama Ahmad Sulaiman, 18 tahun, ditemukan tewas tinggal kerangka di Gunung Slamet, Jawa Tengah. Ia dinyatakan hilang selama satu bulan.

Awalnya Ahmad mendaki Gunung Slamet bersama tiga orang rekan lainnya pada 21 November 2018 lalu. Mereka mendaki melalui Pos Pendakian Bambangan, Purbalingga tanpa izin.

Dihimpun dari berbagai sumber, saat itu Ahmad bersama tiga rekannya memulai pendakian sekitar pukul 13.00 dan menuju pos 9. Setibanya di sana, mereka berempat memutuskan untuk langsung turun dengan jalur pendakian yang sama. Namun sampai di Pos 7, mereka tersesat dan tidak menemukan jalur kembali.

Karena hari sudah gelap, keempat pendaki ini memutuskan untuk bermalam. Kemudian pada keesokan harinya sekitar pukul 06.30, ketiga rekan Ahmad bangun dan sudah tidak mendapati temannya itu di sekitar tempat istirahat itu. Jasad Ahmad baru ditemukan satu bulan kemudian. []

Baca juga:

Berita terkait
0
Mesranya Ahok dan Puput Nastiti Devi di Hari Pernikahan
Beredar foto mesra Ahok dan Puput di hari pernikahan mereka di media sosial.