7 Cara Pendampingan Anak Saat Jalani Isolasi Mandiri

Isolasi mandiri di rumah pada pasien Covid-19 anak tentu perlu pendampingan dari orangtua.
Ilustrasi - (Foto: Tagar/Freepik)

Jakarta - Kasus positif Covid-19 yang kian melonjak tak menutup kemungkinan membuat kelompok anak dan remaja rentan terhadap penularan Covid-19 varian baru.  Saat mereka bergejala disarankan untuk melakukan isolasi mandiri (isoman).

Isolasi mandiri di rumah pada pasien Covid-19 anak tentu perlu pendampingan dari orangtua atau pengasuh yang tidak berisiko mengalami gejala parah jika tertular.

Menurut Pedoman Isolasi Mandiri pada Anak yang ditertibkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bekerjasama dengan Dokter Spesialis Kesehatan Anak, Nina Dwi Putri, ada tujuh hal yang perlu dipantau saat anak isoman di rumah, di antaranya.


  1. Suhu : Ukur dengan termometer. Suhu normal 36 hingga 37,5 derajat celcius.
  2. Laju napas : Hitung tarikan napas selama satu menit penuh. Nilai normal pada bayi kurang dari dua bulan adalah kurang dari 60 kali per menit, 1 hingga 11 bulan kurang dari 50 kali per menit, 1 hingga 5 tahun kurang dari 40 kali per menit, lebih dari 5 tahun kurang dari 30 kali per menit.
  3. Saturasi oksigen : Ukur menggunakan oximeter. Saturasi oksigen yang normal adalah 95 persen atau lebih.
  4. Asupan makanan : Harus tinggi gizi dan vitamin.
  5. Aktivitas anak
  6. Tanda-tanda dehidrasi : Terutama bila anak sulit makan atau minum.
  7. Gejala-gejala lain yang dialami anak, misalnya apakah batuk bertambah, gangguan penciuman, pendengaran, muntah atau diare.

Dalam Pedoman tersebut juga menyampaikan 14 poin yang perlu diperhatikan saat isoman di rumah, yakni.

  1. Tentukan zona pasien: pisahkan dengan zona bersih di rumah, meliputi kamar tidur, kamar mandi dan arena bermain anak; bila tidak memungkinkan zona terpisah, upayakan jarak minimal 1 meter dengan anak yang sakit.
  2. Upayakan ventilasi yang baik untuk pergantian udara.
  3. Bila harus memakai kamar mandi bersama, upayakan anak yang positif memakai paling akhir dan beri jarak dengan pemakai kamar mandi berikutnya.
  4. Anak umur 2 tahun ke atas atau yang sudah pandai menggunakan masker dianjurkan memakai masker dengan tepat.
  5. Berikan "istirahat masker" bila anak di ruang sendiri.
  6. Masker tidak perlu digunakan pada anak kecil saat tidur.
  7. Pengasuh di ruang yang sama harus selalu menggunakan masker dan pelindung mata, sarung tangan sekali pakai, dan celemek sekali pakai atau baju luar yang dapat dicuci.
  8. Pengasuh mencuci tangan setiap sebelum dan sesudah berinteraksi dengan anak.
  9. Tetap sedapat mungkin menjaga jarak (termasuk saat tidur), terutama bila pengasuh negatif.
  10. Buang masker dan sarung tangan di tempat plastik khusus dan buang di tempat sampah berbeda.
  11. Bila orangtua atau pengasuh harus merawat anak lain yang negatif: mandi dan ganti baju dahulu.
  12. Cuci pakaian anak dan baju luar pengasuh secara terpisah dengan air hangat dan deterjen.
  13. Jangan makan makanan sisa anak atau makan dengan alat makan anak.
  14. Pengasuh juga perlu jaga kesehatan dan minum suplemen. []


Baca Juga: Tips Vitamin dan Asupan Selama Isolasi Mandiri

Berita terkait
Alexander Ginting: Jangan Asal Isolasi Mandiri
Alexander K Ginting menjelaskan pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri jangan asal-asalan namun harus melakukan konsultasi dengan dokter.
Tips Vitamin dan Asupan Selama Isolasi Mandiri
Suplemen vitamin untuk isolasi mandiri dapat membantu meningkatkan sistem imun serta melawan penyakit, salah satunya vitamin D.
Rusun Pasar Rumput Jadi Tempat Isolasi Mandiri Covid-19
Kementerian PUPR sedang memasang penyejuk udara atau air conditioner (AC) di setiap unit satuan sebagai penyejuk udara.
0
7 Cara Pendampingan Anak Saat Jalani Isolasi Mandiri
Isolasi mandiri di rumah pada pasien Covid-19 anak tentu perlu pendampingan dari orangtua.