Yogyakarta - Jumlah pengangguran di DIY terus menurun. Sampai Februari 2019, pengangguran terbuka sebanyak 62.890 orang atau 2,86 persen dari jumlah penduduk di DIY.

Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY Sriyati mengatakan, tren angka pengangguran terus mengalami penurunan. Namun, dalam periode tertentu fluktuatif.

Dia menyontohkan, berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) 6 Mei 2019 lalu, tingkat penganggur terbuka DIY per Februari 2019 sebesar 2,86 persen (62.890 orang). Pada periode yang sama sekitar 3,06 persen (65.600 orang). Pada Agustus 2018 angka pengangguran naik menjadi 3.35 persen (73.350 orang).

Sriyati mengatakan, penurunan angka penganggur terbuka harus disikapi dengan bijak. Salah satu keunggulan DIY dalam menurunkan angka pengangguran adalah melalui industri kreatif dan ekonomi digital pada era revolusi industri 4.0.

Angka penganggur terbuka dipengaruhi sektor formal maupun informal. Sektor formal dipengaruhi oleh terbukanya kesempatan kerja serta kualitas SDM usia muda.

"Kalau sektor informal lebih komplek penyebabnya; contoh musim penghujan/kering serta kegagalan panen dapat mempengaruhi jumlah penganggur terbuka sektor pertanian," paparnya, Selasa 14 Mei 2019.

Menurut dia, sebenarnya angka pengangguran di DIY selalu lebih rendah dibanding rerata nasional. Pada Februari 2019, angka pengangguran di DIY termasuk urutan ke-4 yang terendah di bawah Bali, Sulawesi Barat, Bengkulu.

Itu disebabkan jumlah angkatan kerja yang meningkat yang disebabkan oleh pertumbuhan penduduk, dapat dengan baik diserap oleh pasar kerja

"Itu disebabkan jumlah angkatan kerja yang meningkat yang disebabkan oleh pertumbuhan penduduk, dapat dengan baik diserap oleh pasar kerja," ungkapnya.

Namun, Sriyati mengingatkan, permasalahan ketenagakerjaan di DIY tidak hanya menurunkan jumlah penganggur terbuka. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah mendorong peningkatan produktivitas tenaga kerja.

Dia mengatakan, untuk mengatasi permasalahan ketenagakerjaan DIY diperlukan peran semua stakeholder. Alasannya penciptaan kesempatan kerja serta peningkatan kualitas SDM semua sektor sangat berperan.

Di tempat terpisah, Kepala Disnakertrans Kulonprogo Eko Wisnu Wardhana mengatakan, operasional bandara Yogyakarta International Airport (YIA) ikut berperan dalam menekan angka pengangguran di Kulonprogo.

Saat ini masih tahap awal. Warga lokal yang terserap bekerja di Bandara YIA sekitar 320 orang. "Ke depan semakin banyak warga lokal yang bekerja di bandara," ungkapnya.

Menurut dia, angka pengangguran di Kulonprogo terus menurun. Pada 2015, angka pengangguran terbuka 3,72 persen. Pada 2017 menjadi 1,99 persen. Pada 2018 turun lagi menjadi 1,49 persen. []

Baca juga: