5 Pertanda Kamu Harus Segera Ganti Masker Covid-19

Berikut 5 pertanda yang menunjukan masker yang kamu kenakan setiap hari harus segera diganti.
Ilustrasi masker. (Foto:Tagar/unsplash.com)

Jakarta – Masker menjadi suatu hal yang wajib kita miliki dan kenakan saat beraktivitas di luar rumah. Mengingat pandemi Corona-19 masih ada di sekitar kita, penggunaan masker menjadi satu hal pencegahan baik tertular virus maupun menularkan virus.

Banyak dari kita yang sekarang lebih memilih untuk menggunakan masker kain. Masker kain menjadi pilihan karena banyak dari kita yang mulai sadar akan lingkungan, penggunaan masker bedah sekali pakai tersebut ternyata berpotensi dapat menjadi sumber polusi mikroplastik.

Namun, karena penggunaan masker kain yang berulang kali justru membuat masker kain berkurang keefektifannya dalam mencegah virus corona masuk ke dalam tubuh kita, ini disebabkan juga oleh sistem cuci pakai secara terus menerus yang dilakukan.

Maka dari itu, penting untuk kita mengetahui pertanda apa saja yang muncul pada masker, bahwa masker yang kita miliki sudah tidak baik untuk dikenakan terutama dalam mencegah masuknya virus.

Dilansir dari huffpost.com, berikut 5 pertanda kamu harus mengganti maskermu dengan yang baru:

1. Tali Masker Kendur

Saat tali maskermu sudah renggang dan tidak sempurna menyangga di telingamu, itu merupakan pertanda kamu perlu menggantinya dengan yang baru. Kenapa harus segera menggantinya? Karena masker tersebut sudah tidak dapat terpasang dengan baik di wajahmu dan jangan dianggap remeh sebab kamu bisa terkena bahaya dari Covid-19.

2. Ukurannya Tidak Pas

Kamu harus segera mendapatkan masker yang baru saat masker yang kamu miliki sudah tidak cukup karena sudah digunakan dalam jangka waktu yang lama. Masker yang kamu kenakan haruslah pas dan tidak ada celah sedikitpun yang mana pipi, sekitar hidung tertutupi dan masker tepat menutupi hingga ke bawah dagu.

Ahli kesehatan masyarakat klinis dan penyakit menular Christina M. Madison menyatakan masker harus segera diganti jika klip hidung sudah tidak lagi tepat di sekitar hidung.

3. Muncul Benang, Sobekan, atau Lubang

Masker yang sudah tidak layak pakai akan memunculkan benang, sobekan, atau bahkan lubang. Perhatikan hal tersebut dan segera dapatkan masker baru karena jika tetap digunakan virus dapat masuk.

4. Masker Terkena Noda

Pastikan apakah terdapat noda yang membandel dan tak bisa hilang di maskermu. Penggunaanya yang setiap hari memungkinkan untuk terkena noda seperti makeup, kopi, dan lain-lain. Maka dari itu masker yang terkena noda dapat menjadi pertanda bahwa penggunaan maskermu sudah dalam jangka waktu lama dan perlu diganti.

5. Bahan Kain Menipis

Seiring dengan penggunaannya yang dikenakan setiap hari dan juga terus dilakukan pencucian. Maka bahan dari kain masker seiring waktu juga akan menipis.

Menurut Howard Sobel founder Sobel Skin mengatakan bahwa untuk mengetahui apakah masker yang kamu kenakan tipis atau tidak kamu dapat melihat dan merasakannya. 

Sementara itu kamu juga dapat melakukan pengetesan dengan meniup lilin selagi mengenakan maskermu, menurutnya jika lilin tersebut mati maka masker yang kamu kenakan tidak efektif melindungimu dari virus corona.

Itulah pertanda yang harus kamu perhatikan, pastikan kamu segera mengganti masker yang kamu kenakan bila menemukan salah satu pertanda di atas agar maskermu efektif melindungi dari virus corona. []

Berita terkait
4 Jenis Masker Kain yang Efektif Cegah Corona
Masker kain yang memiliki beragam jenis menjadi perlengkapan wajib digunakan saat pergi ke luar rumah di tengah pandemi virus corona.
Cara Mengajari Anak Terbiasa Pakai Masker Kain
Penggunaan masker mungkin sulit diterapkan pada anak karena mereka merasa tidak nyaman. Berikut cara mengajari anak terbiasa pakai masker kain.
Cara Menghilangkan Noda Kosmetik pada Masker Kain
Selama new normal, masyarakat harus mengenakan masker saat ke luar rumah. Lalu bagaimana jika noda kosmetik menempel di masker kain?Ini solusinya
0
China Tuduh Amerika Politisasi Asal Muasal Virus Corona
China mengecam langkah Amerika Serikat melacak asal muasal virus corona yang disebut China sebagai “mempolitisasi” pelacakan