6 Pengecualian dalam Klaim Asuransi Perjalanan

Selain itu, pihak asuransi juga akan memverifikasi dan menanyakan dari kedua belah pihak bila terjadi kecelakaan.
Asuransi perjalanan (Foto: Tagar/Freepik)

Jakarta - Demi terciptanya rasa aman saat bepergian ke luar rumah, terutama saat berlibur, asuransi perjalanan sangat diperlukan. Hal ini karena, asuransi perjalanan memberikan perlindungan saat bepergian seperti berlibur ataupun pekerjaan.

Setidaknya dengan adanya asuransi perjalanan, kamu mampu mengurangi risiko terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Jaminan yang diberikan dapat berupa delay pesawat, dokumen hlang, bagasi rusak, sakit, dan kecelakaan.

Untuk kamu yang senang bepergian tentunya ini merupakan hal yang kamu butuhkan. Namun kamu perlu membaca polis asuransi secara benar, karena terdapat beberapa hal yang dijadikan pengecualian dalam pengajuan klaim.

Berikut ini adalah 6 pengecualian dalam klaim asuransi perjalanan.


1. Kecelakaan yang Disengaja

Walaupun asuransi perjalanan menjamin dan memproteksi bila ada kecelakaan, bukan berarti kamu bisa membuat kecelakaanitu dengan sengaja agar mendapatkan uang asuransi. 

Tidak ada yang tahu jika kamu melakukan dengan sengaja akan berdampak fatal terhadap dirimu. Selain itu, pihak asuransi juga akan memverifikasi dan menanyakan dari kedua belah pihak bila terjadi kecelakaan.


2. Kecelakaan Akibat Alkohol dan Obat-obatan

Kecelakaan atau sakit karena pengaruh alkohol dan obat-obatan merupakan kesalahan pribadi. Asuransi perjalan tidak bisa mengklaim hal tersebut, terlebih di beberapa negara, mabuk dan mengonsumsi obat-obatan terlarang termasuk dalam hal yang ilegal. Oleh sebab itu, kamu harus menghindari hal tersebut agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.


3. Kondisi Force Majeure

Kondisi force majeure bisa dikatakan terjadi ketika kamu mengunjuni negara rawan konflik. Jika kamu tertimpa musibah seperti menjadi korban demonstrasi, kamu tidak bisa mengajukan klaim asuransi. Oleh sebab itu, sebaiknya hindari wilayah rawan konflik.


4. Keguguran

Bepergian saat hamil merupakan risiko besar yang bisa saja mengakibatkan keguguran. Asuransi perjalanan tidak bisa memberikan proteksi atau klaim kepada pemegang polis yang keguguran saat perjalanan di negara tujuan.


5. Terlibat dalam Olahraga Profesional atau Ekstrem

Asuransi perjalanan tidak akan memberikan klaim jika kmau mengikuti acara olahraga dan dibayar saat sedang melakukan perjalanan. Terlebih jika kamu menerima suatu hal yang tidak diinginkan, seperti kecelakaan, kamu tidak bisa mencairkan atau mengajukan klaim kepada perusahaan asuransi.


6. Mengabaikan Anjuran Dokter

Selalu ikuti saran dan nasihat dokter saat bepergian ke manapun, terlebih kamu memiliki riwayar penyakit yang bisa saja kambuh. Asuransi perjalanan tidak bisa memberikan klaim saat kamu nekat melanjutkan perjalanan padahal dokter sudah menyarankan untuk menunda keberangkatan.

Itulah tadi 6 pengecualian dalam klaim asuansi perjalanan yang harus kamu perhatikan. Selalu membaca polis asuransi dengan teliti dan jangan segan-segan untuk bertanya. Hal ini bertujuan agar kamu terhindar dari kesalahpahaman dan merasa tertipu akibat kurangnya literasi saat membeli asuransi.[]


(Rafi Fairuz)

Baca Juga:

Berita terkait
Ini yang Terjadi Pada Asuransi Pendidikan Jika Anak Meninggal
Wajar saja banyak orang tua beranggapan bahwa pendidikan ini sebagai salah satu investasi bagi masa depan anak mereka.
Tidak Merugi, Inilah Asuransi Jiwa yang Bisa Dipilih
Produk asuransi jiwa kian diminati semenjak pandemi Covid-19 merebak hal ini terefleksikan dari pertumbuhan jumlah polis asuransi jiwa nasional.
Ternyata Ini Manfaat Asuransi Perjalanan Saat Bepergian
Ada beberapa manfaat yang bisa kamu rasakan bila menggunakan asuransi perjalanan. Berikut manfaat asuransi perjalanan saat bepergian.
0
6 Pengecualian dalam Klaim Asuransi Perjalanan
Selain itu, pihak asuransi juga akan memverifikasi dan menanyakan dari kedua belah pihak bila terjadi kecelakaan.