UNTUK INDONESIA
6 Dokter Meninggal Dunia Lawan Corona di Indonesia
6 dokter dinyatakan meninggal dunia saat menjalankan tugasnya merawat dan memberikan pengobatan kepada pasien positif maupun suspect virus corona.
Simulasi penanganan penyakit yang disebabkan virus corona di RSUD Loekmono Hadi Kudus. RS Mardirahayu menemukan satu pasien dengan gejala mirip Covid-19 namun menolak saat hendak dirujuk ke RSUD Loekmono Hadi. (Foto: Tagar/Nila Niswatul Chusna)

Jakarta - Sebanyak enam orang dokter dinyatakan meninggal dunia saat menjalankan tugasnya merawat dan memberikan pengobatan kepada pasien positif maupun suspect virus corona (Covid-19) di Indonesia. Lima diantaranya, bahkan disebut Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wafat karena menjadi korban virus tersebut.

"IDI berduka cita yang amat dalam atas berpulangnya sejawat-sejawat anggota IDI sebagai korban Pandemi Covid-19," tulis akun Twitter resmi PB IDI, dikutip Tagar pada Minggu, 22 Maret 2020.

Enam dokter yang dimaksud adalah dr Hadio Ali SpS, yang merupakan anggota IDI Cabang Jakarta Selatan, dr Djoko Judodjoko, SpB (IDI Cabang Kota Bogor), dr Laurentius P, SpKJ (IDI Cabang Jakarta Timur), dr Adi Mirsaputra SpTHT (IDI Cabang Kota Bekasi), dr Ucok Martin SpP (IDI Cabang Medan) dan dr Toni Daniel Silitonga (IDI Cabang Bandung Barat).

Kelima nama dokter tersebut dinyatakan meninggal dunia lantaran terpapar virus corona, sementara nama terakhir, yakni dr Toni Daniel Silitonga, dinyatakan wafat bukan disebabkan langsung oleh Covid-19).

Namun begitu, IDI menyebut Toni merupakan sosok yang pada hari-hari akhirnya sibuk mempersiapkan penanggulangan wabah corona di daerah tempat tugasnya.

"Alm. dr Toni Daniel Silitonga yang merupakan Kepala Seksi Penanggulangan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Bandung Barat sekaligus Satgas Tim Penanggulanganm Covid-19 di hari-hari terakhirnya sangat sibuk sekali mempersiapkan fasilitas kesehatan khususnya di wilayah Bandung Barat agar sigap terhadap ancaman Covid-19 serta memberikan edukasi secara luas kepada masyarakat Bandung Barat untuk waspada terhadap Covid-19," demikian keterangan IDI.

"Beliau berpulang dikarenakan kelelahan dan adanya serangan jantung," kata IDI.

6 Dokter Meninggal Dunia karena Corona6 orang dokter dinyatakan meninggal dunia saat menjalankan tugasnya melawan virus corona (Covid-19) di Indonesia. (Foto: Twitter/PB IDI).

Sementara Ketua Satgas COVID-19 IDI, Zubairi Djoerban, sebelumnya mengaku mendukung pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan lockdown guna menekan jumlah penularan virus corona (Covid-19) di Indonesia.

"Sangat setuju banget lockdown dan minta segera, itu penting," kata Zubairi kepada wartawan, Minggu, 22 Maret 2020.

Namun begitu, Zubairi mengaku memahami jika Presiden Jokowi lebih memilih untuk mengambil langkah lain dengan pola social distancing. Ia juga meminta masyarakat mengikuti imbauan untuk mengurangi aktifitas di luar ruangan.

"Artinya yang penting kan sudah disarankan bekerja dari rumah, sekolah-sekolah sudah ditutup. Jadi menurut saya istilahnya karena mungkin agak alergi dengan istilah lockdown ya, ganti saja dengan yang lain," ujar dia.

Baca juga: Tiga Dokter Meninggal Terpapar Corona dari Pasien

Hingga Minggu petang, 22 Maret 2020, jumlah pasien positif virus corona di Tanah Air terus mengalami kenaikan dan telah menyentuh angka 514 orang, dengan jumlah meninggal dunia 48 orang dan pasien sembuh sejumlah 29 orang. []

Berita terkait
Dokter Residen Surabaya Positif Covid-19 dari Bali
Satgas Penanggulangan Wabah Corona di Bali mengatakan ada seorang pasien positif corona di daerah lain yang sebelumnya bertugas di Bali.
Keterbatasan APD, Dokter di RSSA Malang Buat Sendiri
Ketersediaan alat pelindung diri untuk tenaga medis di Malang, Jawa Timur, dalam menangani pasien virus corona atau Covid-19 masih terbatas.
Erick Thohir Cukupi Kebutuhan Masker, Obat, dan APD
Menteri BUMN Erick Thohir mencoba semaksimal mungkin mendukung kegiatan antisipasi penyebaran Covid-19 atau virus corona yang meluas di Indonesia.
0
Rintihan Ibu-ibu Tapteng yang Tak Kebagian Sembako
Diduga bantuan sembako untuk penanganan dampak Covid-2019 dari Pemkab Tapanuli Tengah tidak merata, puluhan ibu-ibu mendatangi kantor lurah.