590 Siswa SMP di Kudus Terima Subsidi Kuota Daring

Sebanyak 590 siswa SMP Muhammadiyah 1 Kudus menerima subsidi kuota daring dari sekolahnya.
Proses serah terima subsidi kuota daring dari guru kelas 8G pada orang tua siswa. (Foto: Tagar/Nila Niswatul Chusna)

Kudus - Sebanyak 590 siswa SMP Muhammadiyah 1 Kudus menerima subsidi kuota daring dari sekolahnya, Sabtu, 15 Agustus 2020. Subsidi ini diharapkan dapat meringankan beban orang tua dalam membelikan kuota daring bagi anaknya.

Kepala SMP Muhammadiyah 1 Kudus, Ali Zamroni mengaku sudah dua kali pihaknya memberikan subsidi kuota pada siswa. Dimana penyaluran subsidi tahap pertama kali dilakukan dibulan Mei lalu.

Harga dan besaran kuota setiap provider berbeda-beda. Untuk nominal subsidi kuota yang kami keluarkan persiswa sebesar Rp 30 ribu.

"Ini tahap kedua. Tahap pertamanya, di Mei lalu. Teknisnya seluruh siswa kami berikan subsidi kuota dengan nilai dan provider yang sama. Pada tahap kedua ini, kami menggunakan provider yang berbeda-beda menyesuaikan dengan jaringan terbaik di tempat tinggal siswa," ujar dia saat ditemui Tagar, Sabtu, 15 Agustus 2020.

Evaluasi ini dilakukan pihaknya, menindaklanjuti kekuatan jaringan provider di setiap daerah berbeda-beda. Kebijakan baru ini, membuat besaran kuota yang diterima siswa cukup beragam. Mulai dari 4 GB hingga 10 GB.

"Harga dan besaran kuota setiap provider berbeda-beda. Untuk nominal subsidi kuota yang kami keluarkan persiswa sebesar Rp 30 ribu," tegasnya.

Penyaluran subsidi kuota tahap dua ini, masih kata Zamroni, tidak diberikan pada seluruh siswa. Dari 634 siswa disekolahnya, hanya 590 siswa yang mengajukan subsidi kuota.

Mereka yang tidak mengajukan subsidi berasal dari keluarga mampu dan memiliki fasilitas Wifi di rumahnya. Sehingga mereka memilih tidak mendaftarkan diri dalam penyaluran subsidi kuota kali ini.

Pada Tagar, Zamroni tidak memungkiri kuota yang diberikan pihaknya dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) ini, tidak bisa mengkover kebutuhan kuota daring siswa. Walau begitu, pihkanya berharap keberadaan subsidi ini bisa meringankan beban orang tua dalam memberikan kuota daring.

Dari pengamatan Tagar, proses penyaluran subsidi kuota di SMP Muhammadiyah 1 Kudus telah memenuhi protokol kesehatan. Dimana para wali kelas, orang tua siswa dan siswa yang datang menggunakan masker maupun face shiled. Tidak hanya itu, fasilitas cuci tangan dan physical distancing juga dijalankan dengan baik di sana.

Orang tua siswa yang datang dalam kesempatan tersebut tidak hanya melakukan pengambilan kuota. Di sekolah mereka juga mengumpulkan tugas daring anaknya, mengambil modul pembelajaran hingga konsultasi pembelajaran daring dengan guru kelas. []

Berita terkait
Pemkab Kudus Perbolehkan Lomba HUT Kemerdekaan
Pemerintah Kabupaten Kudus memberikan kelonggaran kepada warganya untuk tetap menggelar perlombaan HUT RI ke-75. Ini persyaratannya.
Upacara HUT ke-75 RI di Kudus Digelar Terbatas
Pemerintah Kabupaten Kudus mengikuti anjuran pemerintah pusat untuk pelaksanaan upacara HUT ke-75 RI dan hanya 6 Paskibraka yang dilibatkan.
Alhamdulillah, Insentif Atlet Porprov Kudus Cair
Insentif Rp 630 juta diberikan KONI ke ratusan atlet dan pelatih Porprov asal Kudus.
0
Gara-gara Ulah Istri Dubes Belgia di Korsel Ditarik Pulang
Belgia akan menarik pulang duta besarnya untuk Korsel di tengah kemarahan publik atas tuduhan serangan istrinya terhadap dua karyawan toko di Seoul