UNTUK INDONESIA
55 Hoaks Isu Virus Corona, Salah Satunya di Semarang
55 informasi hoaks terkait isu corona menyebar di sejumlah wilayah Tanah Air. Salah satunya diterima masyarakat Semarang.
Simulasi penanganan virus corona di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, belum lama ini. Wabah virus tersebut telah menciptakan puluhan informasi hoaks, salah satunya diterima masyarakat Semarang. (Foto: Tagar/Sigit AF)

Semarang - Persebaran pandemi virus corona dari China ke berbagai negara telah menciptakan kekhawatiran global. Setiap negara kini sedang siap siaga menangani dan mencegah virus mematikan itu masuk ke wilayahnya.

Dan di era digital saat ini, kekhawatiran penyebaran virus asal Wuhan itu dimanfaatkan oleh sejumlah pihak tak bertanggung jawab dengan menciptakan hoaks, termasuk di Indonesia. Puluhan informasi hoaks terkait virus corona diterima masyarakat, salah satunya di Kota Semarang, Jawa Tengah. 

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna mengungkapkan, hingga saat ini telah lebih dari 55 informasi hoaks lahir dari isu virus corona di Indonesia. “Dari data Kominfo telah ada sedikitnya 55 hoaks terkait virus corona,” ujar Iskandar, Kamis, 6 Februari 2020.

Setelah ditelusuri, video tersebut berasal video simulasi penanganan pasien yang terjangkit virus corona.

Iskandar menyebutkan salah hoaks virus corona terdeteksi masuk wilayah Kota Semarang. Belum lama ini tersebar video tentang adanya pasien di Rumah Sakit Karyadi yang terjangkit virus corona. Video tersebut disebarkan melalui aplikasi pesan singkat. Dalam video ada empat pasien yang terjangkit corona dan satu di antaranya dikabarkan meninggal dunia.

"Setelah ditelusuri, video tersebut berasal video simulasi penanganan pasien yang terjangkit virus corona," terangnya.

Dengan adanya hoaks ini, Iskandar mengimbau kepada masyarakat luas untuk tidak percaya begitu saja dengan kabar yang berasal dari satu sumber. “Adanya pemberitaan di medsos ini kami sayangkan. Dan kami mengimbau kalau ada yang menerima di handphone, sebaiknya tidak perlu di-share ke mana-mana. Dan sebaiknya dihapus,” tutur dia. 

Apabila tersebar, lanjut Iskandar, hoaks dapat merugikan masyarakat khususnya Jawa Tengah. Apalagi jika informasi tersebut berasal dan menyebut Jawa Tengah. Para investor maupun turis akan enggan untuk datang ke Jawa Tengah. Dan akan merugikan secara ekonomi.

Di sisi lain, Iskandar menegaskan polisi tidak akan segan mempidanakan pembuat dan penyebar hoaks dengan jeratan pasal yang ada di UU 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

“Nanti bisa kami tindak dengan UU ITE yang ancamannya tiga tahun penjara,” jelasnya. 

Ditambahkan, ia juga mengimbau kepada media massa arus utama untuk turut meluruskan isu-isu hoaks yang berkembang di tengah masyarakat. "Media massa dapat peranan meluruskan berita bohong dengan pemberitaannya," imbuh perwira polisi dengan tiga melati di pundak ini. [] 

Baca juga:

Berita terkait
Corona Picu Kenaikan Harga Bawang Putih di Semarang
Harga bawang putih di pasar Kota Semarang, Jawa Tengah, melambung tinggi. Kondisi disebut-sebut dampak dari merebaknya virus corona di China.
Semarang Kehabisan Masker Antivirus Corona
Sejumlah apotek di Kota Semarang kehabisan masker antivirus corona N95. Habisnya masker itu diduga terkait dengan isu mewabahnya virus corona.
Bagaimana Cara Semarang Cegah Virus Corona Masuk
Kota Semarang, lewat Bandara Ahmad Yani bersiap diri menghadapi potensi penyebaran virus corona. Bagaimana caranya?
0
Pemuda Makassar Tewas Dibadik OTK saat Nongkrong
Ikhsan Ardiansyah alias Aco, 26 tahun, tewas mengenaskan diserang sekelompok orang tak dikenal (OTK) di Makassar, Sulawesi Selatan, pakai badik.