UNTUK INDONESIA
5 Tips Terhindar Berita Hoaks Soal Virus Corona
Mereka yang percaya berita bohong itu kadung menyebarnya ke grup-grup WhatsApp. Padahal, pidana penjara menanti bagi penyebar informasi hoaks.
Ilustrasi - tips mengenali berita palsu. (Foto: Antara/HO/Facebook)

Jakarta - Tidak sedikit masyarakat Indonesia terjebak dan tersesat dengan berita palsu atau hoaks soal informasi virus corona Covid-19. Mereka yang percaya berita bohong itu kadung menyebarnya ke grup-grup WhatsApp. Padahal, pidana penjara menanti apabila sesorang menyebar berita menyesatkan.

Membagikan berita di internet boleh-boleh saja asal informasi itu terpecaya dan bertanggung jawab. Informasi yang salah dapat menyebabkan kebingungan, bahkan bisa menimbulkan rasa takut dan panik di tengah- tengah masyarakat, apalagi berita soal coronavirus

Oleh sebab itu, setiap orang memiliki tanggung jawab membantu mengurangi penyebaran informasi yang salah dengan memastikan hanya memberikan informasi yang benar atau telah terverifikasi. 

Berikut lima tips dari Facebook agar dapat terhindar dari informasi yang salah tentang virus corona di internet, yang dikutip dari Antara, Selasa, 31 Maret 2020.

1. Bersikaplah skeptis terhadap judul 

Misinformasi atau berita palsu seringkali memiliki judul bombastis dengan huruf kapital dengan tanda seru. Jika judul terlihat mengejutkan dan tidak dapat dipercaya, maka kemungkinan itu berita palsu alias hoax

Perhatikan alamat situs atau URL berita. Alamat situs atau URL palsu seringkali dibuat mirip aslinya dengan memberikan sedikit perubahan, semisal mengganti huruf kapital “I” dengan huruf kecil “i” atau mengganti nol “0” dengan “o”. 

Jika Anda kurang yakin, Anda dapat membuka jendela browser yang baru dan masuk ke dalam situs yang sebenarnya untuk membandingkan URL dengan sumber terpercaya.

2. Perhatikan baik-baik URL dan isi halaman beritanya 

Pastikan berita tersebut ditulis oleh sumber yang Anda percaya memiliki reputasi keakuratan yang baik. Jika berita tersebut berasal dari organisasi yang tidak dikenal, baca bagian "Tentang" di situs mereka untuk mempelajari selengkapnya. 

Misinformasi atau berita palsu mungkin juga berisi linimasa yang tidak masuk akal, atau tanggal peristiwa yang sudah diubah. Banyak juga situs berita palsu yang salah eja atau punya tata letak yang canggung. Bacalah dengan seksama untuk melihat tanda-tanda ini. 

Misinformasi atau berita palsu bisa juga berisi gambar atau video yang dimanipulasi, atau terkadang foto tersebut memang asli, tetapi konteksnya berbeda. Bersikaplah skeptis terhadap penggunaan foto atau video yang seperti ini.

3. Periksa sumber informasinya 

Periksalah sumber informasi penulis untuk menginformasi keakuratannya. Kurangnya bukti atau ketergantungan terhadap ahli-ahli yang tidak disebutkan namanya dapat mengindikasikan kabar berita palsu.

4. Lihat berita atau informasi lainnya 

Jika tidak ada sumber berita lainnya yang melaporkan informasi yang sama, hal tersebut dapat mengindikasikan bahwa informasi tersebut palsu.

Jika informasi tersebut dilaporkan oleh beberapa sumber yang Anda percayai, maka kemungkinan informasi tersebut benar.

5. Dapatkan informasi dari otoritas resmi 

Dapatkan informasi resmi terbaru mengenai Covid-19 dari otoritas kesehatan global dan lokal Anda dapat sepenuhnya yakin bahwa Anda sedang membaca dan membagikan informasi yang benar dan akurat. Silakan merujuk ke sumber-sumber sebagai berikut. 

  • Situs resmi Pemerintah Indonesia untuk Covid-19 (https://www.covid19.go.id/).
  • Chatbot WhatsApp Covid-19 dari Kominfo di +62-811-3339-9000. 
  • Situs World Health Organization (WHO) untuk Covid-19: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019

Pada akhirnya, kita harus berpikir kritis tentang apa yang kita baca di ranah daring (online) dan hanya membagikan berita dari sumber terpercaya. Untuk memulainya, kita dapat menggunakan panduan di atas. 

Jika kita menemukan unggahan berisi berita palsu di Facebook, Facebook meminta untuk segera melaporkannya dengan menekan tombol di bagian kanan atas dari post tersebut, pilih Cari Dukungan atau Laporkan Postingan, kemudian laporkan sebagai berita palsu. 

Anda juga dapat mengunjungi Pusat Bantuan Facebook untuk info lebih lanjut tentang cara melaporkan sebuah unggahan, dan mempelajari cara mengenali berita palsu.[]

Berita terkait
Fakta atau Hoaks Kunyah Daun Sirih Cegah Covid-19
Benarkah daun sirih dapat menangkal coronavirus (Covid-19) dengan cara dikunyah?
Fakta atau Hoaks Vaksin Corona Sudah Ada di Pasaran
Dalam pesan berantai di WhatsApp memperlihatkan gambar yang diklaim sebagai vaksin Covid-19. Penampakan foto itu menjadi perbincangan warganet.
Hoaks atau Fakta, Obat Ibuprofen Perburuk Covid-19
Obat dengan kandungan ibuprofen menambah hidup virus penyebab Covid-19 beredar di aplikasi percakapan WhatsApp. Hoaks atau fakta?
0
Pasien Suspek Corona asal Sibolga Meninggal di Medan
Satu orang pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 asal Kota Sibolga meninggal dunia di Rumah Sakit Martha Friska Medan.