UNTUK INDONESIA

5 Sinopsis Film Pendek dalam Omnibus Quarantine Tales

Berikut Tagar rangkumkan sinopsis dari kelima film pendek dalam Quarantine Tales.
Poster film omnibus Quarantine Tales. (Foto: Base Entertainment)

Jakarta - Film omnibus Quarantine Tales merupakan lima film pendek dari lima sutradara dengan ide cerita film tersebut berasal dari realita di masyarakat selama pandemi Covid-19 terjadi di seluruh dunia.

Proyek film ini telah tayang di bioskop online pada 18 Desember 2020 dengan tiket seharga Rp 10 ribu.

Film yang diproduksi Base Entertainment ini merupakan karya gabungan dari lima sutradara, yakni Dian Sastrowardoyo, Ifa Isfansyah, Aco Tenri, Sidharta Tata, dan Jason Iskandar.

Dalam ceritanya, film ini memberikan pesan moral dan gambaran tentang bagaimana pandemi membuat masyarakat terpaksa terpisah dari keluarga, dan teman.

Berikut Tagar rangkumkan sinopsis dari kelima film pendek dalam Quarantine Tales:

Quarantine TalesPoster The Protocol dalam film omnibus Quarantine Tales. (Foto: Base Entertainment)

1. Nougat

Film ini menjadi debut aktris Dian Sastrowardoyo sebagai sutradara. Nougat berkisah tentang tiga kakak beradik yang kehilangan orang tua mereka. Ketiganya tinggal terpisah dan sibuk dengan kehidupannya masing-masing. Semua perasaan dan unek-unek yang disimpan, pelan-pelan menumpuk sampai akhirnya pecah.

Tokoh Ajeng (Adinia Wirasti) sebagai anak kedua tetap berusaha menjaga ikatan dengan kedua saudaranya, Ubay (Marissa Anita) dan Deno (Faradina Mufti).

Dalam film ini mengangkat fenomena video call yang kala itu menjadi alternatif sebagai pengganti tatap muka secara langsung.

2. Cook Book

Ifa Isfansyah sebagai sutradara menyuguhkan cerita tentang seorang koki masakan China, Halim (Verdi Soelaiman) yang mencoba mengisi waktu karantinanya dengan menyelesaikan buku resep.

Ketika buku resep tersebut telah selesai, Halim bertemu dengan Li (Brigitta Cynthia) melalui pertemuan virtual. Keduanya harus hidup bersama untuk melahirkan keturunan dan menciptakan peradaban baru.

3. Prankster

Film yang disutradarai oleh Jason Iskandar ini seolah menyentil para YouTuber yang ingin viral dengan segala cara. Menceritakan tentang Didit Iseng (Roy Sungkono) yang dikenal sebagai seorang prankster.

Didit di prank oleh seorang food vlogger, Aurel (Windy Apsari) yang di mana prank tersebut ditayangkan secara langsung.

Quarantine TalesPoster Cook Book dalam film omnibus Quarantine Tales. (Foto: Base Entertainment)

4. Happy Girls Don’t Cry

Film garapan sutradara Aco Tenri ini mengangkat fenomena giveaway. Berkisah tentang Adin (Arawinda Kirana) yang berasal dari keluarga kurang mampu memenangkan giveaway berupa iMac dari YouTuber favoritnya.

Namun, kedua orang tua Adin kehilangan pekerjaannya karena pandemi. Dikarenakan kondisi tersebut Adin harus memilih untuk mempertahankan iMac hasil giveaway atau menjualnya demi bertahan hidup keluarganya selama pandemi.

5. The Protocol

Judul The Protocol merupakan karya sutradara Sidharta Tata, yang menceritakan tentang seorang perampok (Abdurrahman Arif) yang lolos dari sebuah perampokan. Sayangnya, rekannya, Icuk (Kukuh Prasetya) meninggal dalam perjalanan setelah mengalami batuk-batuk dan sesak napas.

Sang perampok tersebut panik dan bingung, ia takut kalau rekannya tersebut meninggal karena virus Corona.

Kemudian perampok ini dilema apakah harus memakamkan rekannya sesuai protokol kesehatan atau meninggalkannya, karena ia sendiri takut tertular virus Corona tersebut. []

(Cherryn Lagustya)

Berita terkait
Sinopsis Sinetron Buku Harian Seorang Istri, Tayang di SCTV
Sinetron Buku Harian Seorang Istri yang siap tayang pada Selasa, 12 Januari 2020 mendatang, setiap hari pukul 18.20 WIB.
Sinopsis Film June dan Kopi, Tayang di Netflix Januari 2021
Film June dan Kopi, bakal tayang di platform streaming Netflix pada awal tahun 2021.
Deretan Film Tayang Bulan Januari 2021
Berikut Tagar rangkumkan sejumkah judul film yang bakal tayang pada Januari 2021.
0
DPR: Tokoh - Influencer Vaksinasi Jangan Buat Ambyar
anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani Aher menegaskan bahwa vaksin bukanlah senjata pamungkas untuk menurunkan angka positif Covid-19.