UNTUK INDONESIA
5 Rekening Arisan Online di Makassar Diblokir Polisi
Polda Sul-Sel menemukan sejumlah rekening yang dijadikan sebagai penampungan uang hasil penipuan arisan online.
Kabid Humas Polda Sul-Sel, Kombes Pol Ibrahim Tompo. (Foto: Dokumentasi/Tagar/Lodi Aprianto)

Makassar - Kasus penipuan modus arisan online sosialita manja masih terus bergulir di penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sul-Sel). Hingga saat ini, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sul-Sel telah memeriksa sejumlah saksi terkait kasus penipuan arisan online yang merugikan mencapai Rp 11 milyar.

"Saksi yang sudah diperiksa hingga saat ada sembilan orang, sementara jumlah korban yang sudah terdata sekitar 61 orang," kata Kabid Humas Polda Sul-Sel, Kombes Pol Ibrahim Tompo kepada Tagar, Senin 16 Desember 2019.

Selain memeriksa sejumlah saksi, Ibrahim menerangkan bahwa pihaknya juga telah menemukan sejumlah rekening bank yang diduga sebagai tempat penampungan uang para korban arisan online tersebut sehingga rekening itu langsung diblokir oleh pihak kepolisian.

Saksi yang sudah diperiksa hingga saat ada sembilan orang.

"Kita juga telah memblokir terhadap lima rekening bank milik dua tersangka KL dan WN," tuturnya.

Kendati demikian, pihak kepolisian akan bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri aliran dana para korban sebanyak 61 orang ini.

"Kita masih dalami dugaan tindak pidana pencucian uang dalam kasus ini," ucapnya.

Diketahui, dalam kasus penipuan modus arisan online sosialita manja ditangkap dua orang sebagai tersangka yakni, KL berusia 32 tahun dan WN berusia 40 tahun yang merupakan warga Kota Makassar, Sul-Sel.

Kasus ini pun muncul dipublik setelah puluhan orang yang merasa jadi korban penipuan mendatangi Mapolda Sul-Sel untuk melaporkan kasus penipuan arisan online yang merugikan warga mencapai Rp 11 milyar, setelah diiming-imingi kedua tersangka dengan bunga yang besar.

Korban pun berharap uang mereka yang telah raib dibawa kabur dua tersangka, sebelum berhasil ditangkap pihak kepolisian di sekitar Kota Makassar, dapat dikembalikan. Namun, para korban harus lebih bersabar lagi sambil proses hukumnya selesai. []

Berita terkait
YouTuber Makassar Adi Basto Ditipu Manajernya
Adi Bassi Toayya melaporkan sang manajer karena melarikan uang dan laptop miliknya ke Polsek Panakkukang, Makassar.
Pelajar SD di Makassar Tewas Terseret Arus Drainase
Pelajar SD tersebut jatuh dan terseret arus air drainase di depan Jalan Asrama Haji Sudiang Makassar.
UINA Makassar Bakal Pecat Mahasiswa Pembunuh Kekasih
UIN Alauddin Makassar segera memecat atau Drop Out Ridhoyatul Khaer yang tega membunuh kekasihnya sendiri yang juga mahasiswi UIN Alauddin.
0
Hidup Pasutri dan 13 Anak di Aceh Huni Gubuk Reyot
Kehidupan Bakhtiar Beni, yang tinggal bersama seorang istri dan 13 anak di gubuk reyot mengungkap potret kemiskinan masyarakat Provinsi Aceh.