UNTUK INDONESIA
46 Pertanyaan Polisi di Kasus Ikan Asin Galih Ginanjar
Sedikitnya 46 pertanyaan diberondong polisi atas kasus 'ikan asin' yang membelit selebriti Galih Ginanjar.
Galih Ginanjar (kiri) dengan mantan istrinya Fairuz A Rafiq. (Foto: Youtube/Barbie Kumalasari;Instagram/fairuzarafiq)

Jakarta - Selebriti Galih Ginanjar diperiksa penyidik Bareskrim Polda Metro Jaya. Sedikitnya 46 pertanyaan diberondong polisi atas kasus "ikan asin" yang membelit pria berusia 31 tahun tersebut.

Kuasa hukum Galih, Rihat Hutabarat, yang mendampingi kliennya menyebutkan pertanyaan itu diberikan penyidik kepada Galih selama 13 jam pemeriksaan. Terkait apa isi pertanyaan Rihat mengatakan yidak punya hak membeberkannya.

"Sebanyak 46 pertanyaan, namun mohon maaf kami tidak etis untuk membuka secara detail isi dari pertanyaan tersebut," ujar kuasa hukum Galih, Rihat Hutabarat, yang mendampingi Galih di Polda Metro Jaya, dikutip Antara, Sabtu dini hari 6 Juli 2019.

Namun, Rihat mengatakan, secara umum, Galih dimintai keterangan perihal proses pembuatan video, proses sepanjang durasi video dan setelah beredar dan viral video YouTube tersebut.

Galih datang ke Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat 5 Juli 2019, sekitar pukul 10.50 WIB, dan selesai menjalani pemeriksaan Sabtu sekitar pukul 00.00 WIB.

Galih menjadi saksi dalam kasus pencemaran nama baik menggunakan kata-kata "ikan asin" yang juga melibatkan pasangan vlogger Rey Utami dan Pablo Benua.

Sementara itu, usai pemeriksaan, Galih mengaku diperlakukan sangat baik dan merasa nyaman selama menjalani pemeriksaan.

"Memberikan kesempatan saya untuk makan, salat, mengingatkan saya salat, terus juga saya tidak pernah merasa kehausan, minum cukup banyak, terus diberi kesempatan ke kamar kecil, itu saya sangat senang sekali. Dan, saya di sini diperiksa merasa sangat nyaman," ujar Galih.

Dia juga mengaku tidak mengalami tekanan saat pemeriksaan berlangsung.

"Kalau lelah wajar," tambah dia.

Penyidik memanggil Galih atas laporan dari Fairuz A Rafiq setelah muncul konten video Galih saat diwawancara Rey Utami di media sosial di mana Galih menyamakan Fairuz dengan "ikan asin".

Laporan Fairuz tersebut tertuang dalam laporan bernomor LP/3914/VII/2019/PMJ/Dit.Reskrimsus. Terlapor, dalam hal ini Galih Ginanjar, Rey Utami, dan Pablo Benua, dilaporkan atas tuduhan pasal 27 ayat (1) juncto pasal 45 ayat (1) atau pasal 27 ayat (3) juncto pasal 45 ayat (1) UU Nomor 11/2008 tentang ITE.

Baca juga: 

Berita terkait
0
Dinkes Sulbar Sebar Call Center Virus Corona
Untuk memberikan informasih yang benar terkait virus corona, Dinkes Sulawesi Barat membuka layanan call center untuk masyarakat.