UNTUK INDONESIA
40 Hari Tutup Kena Banjir, Mal Cipinang Rugi Puluhan Miliar
Kepala Marketing Komunikasi Mal Cipinang Indah Aulia Putri mengaku menderita kerugian hingga puluhan miliar rupiah akibat mal diterjang banjir.
Pedagang mengevakuasi barang dagangannya yang terendam banjir di Mal Cipinang Indah, Jakarta Timur, Rabu 1 Januari 2020. (foto: Antara/Galih Pradipta).

Jakarta - Pengelola Mal Cipinang Indah, Jakarta Timur, menderita kerugian hingga puluhan miliar rupiah setelah tutup operasional selama 40 hari akibat terendam banjir. 

"40 hari terakhir ini merupakan hari yang berat bagi kami. Saya tidak bisa sebut kerugian secara detail, tapi kisarannya bisa sampai puluhan miliar rupiah," ujar Kepala Marketing Komunikasi Mal Cipinang Indah Aulia Putri di Jakarta, Minggu sore, 16 Februari 2020, dilansir Antara

Sejak dinyatakan tutup operasional sementara akibat diterjang banjir yang terjadi pada 1 Januari 2020, Mal Cipinang Indah telah kembali beroperasional pada Sabtu 15 Februari 2020.

Meski sebagian tenant di mal tersebut masih belum sepenuhnya beroperasi melayani transaksi jual-beli, namun Aulia mengklaim animo pengunjung masih cukup tinggi. 

"Di luar ekspektasi kita hari ini, setelah lama koma, mal sudah dibuka dengan acara tasyakuran dan sudah ramai sekali," katanya.

Banjir yang melanda kawasan Cipinang dalam sebulan terakhir disebut Aulia sebagai keadaan terparah selama ini. Alasannya, kantor manajemen dan instalasi kelistrikan yang berada di lantai basement seluruhnya terendam banjir. 

40 hari terakhir ini merupakan hari yang berat bagi kami. Saya tidak bisa sebut kerugian secara detail, tapi kisarannya bisa sampai puluhan miliar rupiah

"Ratusan tenant kita juga tutup saat itu, karena sarana prasarana yang terendam banjir di basement ibarat jantung kita," ujarnya. 

Aulia menyebutkan banjir pada saat itu mencapai ketinggian hingga sepinggang orang dewasa di lantai LG. Bahkan pusat perbelanjaan Carrefour di lantai LG juga terendam berikut produk yang didagangkan.

Baca juga: Sejarah Banjir Jakarta dan Solusinya

Sekretaris Daerah DKI SaefullahSekretaris Daerah DKI Saefullah di Balai Kota, Jakarta, Selasa, 11 Februari 2020. (Foto: Tagar/Edy)

Sebelumnya, menyusul pengusaha penyewa mal meminta kompensasi berupa keringanan pajak atas banjir yang terjadi di Jakarta, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah balik bertanya akan bagaimana apabila tidak ada dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). 

"Kompensasi bagaimana? Kalau APBD itu ada uang, ada nama nomenklatur, artinya ada angka. Bagaimana kami bisa membayar sesuatu yang tidak ada (dalam APBD)," kata Saefullah di Balai Kota Jakarta, Selasa, 14 Januari 2020. 

Ketika ditanyakan kembali mengenai kemungkinan para penyewa mal tersebut mendapat keringanan pajak menyusul tidak kunjung beroperasinya mal karena banjir yang terjadi, Saefullah mengatakan hingga kini dirinya belum menerima surat permintaan akan hal itu. 

"Belum ada suratnya. Kalau ada surat, dibaca, didiskusikan, ditanya kiri-kanan. Karena penyelenggara pemerintah kan enggak hanya satu orang. Ada kepala daerah, ada organisasi samping kepala daerah, seperti BKPP, BPK, dan lainnya, kita bisa bertanya. Bisa meminta advice dan sebagainya," ujarnya. 

Lebih lanjut kata dia, terkait permintaan DKI agar mengkaji keberadaan mal itu apakah sudah sesuai dengan ketentuan yang ada, Saefullah mengatakan pihaknya akan mencoba melihat dokumen-dokumen perizinan. 

"Kalau perizinan enggak sesuai ya kita tegakkan saja. Enggak sesuai RDTR kita tegakkan saja. Kunci awalnya tata ruang. Cocok enggak tata ruangnya. Kemudian proses perizinannya benar atau tidak," ucap Saefullah. 

Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia menuntut ganti rugi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atas banjir yang menyebabkan berhentinya operasional sejumlah mal di ibu kota. 

Ketua Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) Budihardjo Iduansjah di Jakarta, Sabtu 11 Januari 2020 mengatakan pihaknya telah bersurat kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar membahas kompensasi kerugian akibat banjir. 

"Kita mau 'fair' sajalah untuk kompensasi banjir ini. Sejauh ini kita tuntutnya beberapa kebijakan yang menghambat bisa dicabut, seperti pajak," ujar Budihardjo. []

Berita terkait
Polisi Akui Salah Informasikan Banjir di Twitter TMC
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengakui adanya kesalahan informasi dari Twitter @TMCPoldaMetro soal banjir Jakarta.
Ruhut Sentil Anies Baswedan Soal Banjir Mirip Film
Politikus PDIP Ruhut Sitompul menyentil penanganan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terhadap banjir yang mengepung Ibu Kota mirip film.
Hujan di Hulu Jadi Kambing Hitam Banjir Jakarta
Sejak dahulu air hujan dari Puncak sudah mengalir ke Jakarta dibawa Ciliwung sehingga tidak elok dijadikan sebagai kambing hitam banjir Jakarta
0
RSSA Malang Bantah Pasien Meninggal karena Corona
Tim dokter RSSA Malang menegaskan berdasarkan hasil uji sampel pasien dipastikan tidak menderita virus corona, tetapi infeksi saluran pernafasan.