4 Gangguan Psikologis Akibat Sering Bermain Gawai

Smartphone kini tidak hanya digunakan sebagai alat komunikasi saja, tetapi sebagai mode stylish, hiburan, dan eksis di media sosial.
Ilustrasi bermain gawai (Foto: Tagar/Unsplash)

Jakarta - Kemudahan belaselancar di dunia maya menjadi daya tarik tersendiri setiap orang. Berkembangan smartphone yang semakin canggih juga meningkatkan minat beli dan pemakaian pengguna.

Bahkan semakin berkembangnya teknologi, smartphone kini tidak hanya digunakan sebagai alat komunikasi saja, tetapi sebagai mode stylish, hiburan, dan eksis di media sosial. Rasanya dengan hanya smartphone, dunia serasa dalam genggaman saja.

Namun dibalik kemudahan dan kemajuan teknologi itu semua, tentunya hal yang yang berlebihan tidaklah baik. Penggunaan gawai yang terlalu sering dapat menyebabkan berbagai gangguan psikologis. 

Tak hanya itu, dengan adanya gawai terkadang membuat kamu susah fokus dalam melakukan berbagai aktivitas sehari-hari. Yuk, mari disimak beberapa gangguan psikologis akibat terlalu sering bermain gawai.

1. Phantom Vibration Syndrome

Pernahkah kamu merasa gawai kamu bergetar atau berbunyi padahal tidak ada notifikasi dari siapapun?. Jika kamu pernah mengalaminya, bisa jadi kamu mengalami Phantom Vibration Syndrome. 

Di era digital seperti sekarang, orang yang terjangkit sindrom Phantom Vibration ternyata sangat banyak. Dalam sebuah survei, lebih dari 80 persen mahasiswa pernah mengalaminya. Bukan hanya sekali, tapi beberapa kali dalam sehari.

2. Low Battery Anxiety

Jika baterai gawai kamu sudah mencapai 20%, apakah kamu tipikal yang langsung mencari charger? Jika iya, mungkin saja kamu mengidap gangguan psikologis ini. Ketakutan yang berlebih akan habisnya baterai gawai disebabkan karena kita terlalu sering menggunakannya dan merasa tidak bisa hidup tanpa baterai gawai yang terisi penuh.

Perusahaan raksasa elektronik, LG, mensurvei ribuan orang di berbagai negara dan mendapati bahwa sebagian besar kita bukan hanya mengalami stres tingkat tinggi ketika persentase baterai HP di bawah 20%, melainkan juga mengalami simptom atau gejala yang aneh.

3. Fear of Missing Out (FOMO)

Gangguan psikologis lainnya adalah FOMO atau ketakutan kehilangan dan ketinggalan informasi yang sedang berkembang di media sosial. Rasa ketakutan yang berlebih ini membuat para pengidap gangguan ini selalu mengecek gawainya setiap beberapa saat. 

Perilaku FOMO juga bisa membuat seseorang merasa tidak berdaya saat tidak memegang gawai dan sangat resah bila tidak terhubung dengan akun media sosialnya walau hanya sebentar.

4. Nomophobia

Nomophobia adalah kondisi dimana keadaan diri resah dan cemas ketika lupa membawa gawai atau tidak bisa menggunakannya dalam kondisi tertentu. Sebuah riset di tahun 2019 menunjukkan, 53% orang Inggris yang memiliki ponsel di tahun 2008 merasa cemas ketika tidak sedang memegang ponsel dan baterai habis. 

Meski belum dikategorikan sebagai masalah kesehatan mental, beberapa ahli setuju kondisi ini memunculkan kekhawatiran yang mengarah ke sana. Mereka berpendapat, nomophobia adalah bentuk turunan dari ketergantungan atau kecanduan ponsel.

Jadi, itulah 4 gangguan psikologis yang dapat menimpa kamu ketika sering menggunakan atau kecanduan dalam menggunakan gawai. Apakah kamu merasakan salah satunya? 

Jika iya, kurangilah bermain gawai dan periksakan ke dokter terkait. Memang tidak ada salahnya bermain smartphone, namun sebagai pengguna yang bijak haruslah membatasi agar tidak kecanduan dalam berseluncur di dunia digital.[]

(Rafi Fairuz)

Baca Juga:

Berita terkait
7 Dampak Buruk Kelebihan Zat Besi bagi Kesehatan
Kelebihan zat besi juga merupakan penyebab utama timbulnya penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan epilepsi.
Kenali Dampak Makan Frozen Food Setiap Hari
Meskipun frozen food memiliki kandungan gizi yang sama dengan makanan segar, tidak berarti Anda bisa mengonsumsinya setiap hari. Berikut dampaknya.
5 Dampak Bahaya Anak Kecanduan Game Online
Namun, bila bermain game tanpa batasan waktu dan terus membiarkannya malah akan berdampak buruk bagi kehidupan anak
0
4 Gangguan Psikologis Akibat Sering Bermain Gawai
Smartphone kini tidak hanya digunakan sebagai alat komunikasi saja, tetapi sebagai mode stylish, hiburan, dan eksis di media sosial.