UNTUK INDONESIA
4 Fakta Suami-Istri Tewas di Padang Pariaman
Pasangan suami-istri yang ditemukan tewas di kediaman di Padang Pariaman ternyata belum memiliki keturunan.
Ilustrasi Gantung Diri. (Foto: Picsabay)

Padang Pariaman - Sepasang suami-istri diduga bunuh diri ditemukan tewas di kediamannya di kawasan Korong Pasa Tangah, Nagari Kayu Tanam, Kecamatan 2x11 Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Rabu, 15 April 2020.

Mereka tidak pernah bertengkar dan bahkan masyarakat sekitar menganggap mereka pasangan romantis.

Peristiwa yang menggemparkan masyarakat itu terjadi sore hari, sekitar pukul 15.30 Wib. Pasangan yang nekat mati bersama ini bernama Kiki, 40 tahun dan istrinya Febi, 32 tahun.

Berikut sejumlah fakta yang berhasil dihimpun Tagar dari pihak kepolisian:

1. Nikah Siri

Almarhum Kiki dan Febi merupakan pasangan suami-istri yang menikah di bawah tangan alias nikah siri.

"Informasi yang kami terima dari pihak keluarga, mereka nikah siri di Jakarta," kata Kapolsek 2x11 Enam Iptu Agusma Hendri.

Usai menikah, mereka kembali ke Sumatera Barat dan berjualan pecel lele di sebuah rumah kontrakan di Korong Pasa Tangah, Nagari Kayu Tanam, Kecamatan 2X11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman.

2. Belum Punya Anak

Dari informasi yang dihimpun polisi, suami-istri ini diketahui hanya tinggal berdua di kontrakan tersebut. Mereka belum memiliki keturunan atau anak.

Meski tanpa buah hati, semasa hidup, kata saksi bernama Yesika, keduanya sehari-hari tampak akur dan harmonis.

"Mereka tidak pernah bertengkar dan bahkan masyarakat sekitar menganggap mereka pasangan romantis," katanya.

3. Berutang

Dua hari sebelum ditemukan tewas, sang istri bernama Febi sempat meminjam uang ke salah seorang rekannya yang bernama Nadia, 38 tahun. Dia berutang sebesar Rp 1 juta.

"Dari keterangan saksi, uang itu digunakan untuk pergi merantau ke Jakarta. Nadia menyanggupinya dan akan meminjamkannya pada Kamis, 16 April 2020 ini," katanya.

Pasangan ini diketahui sudah tidak berjualan pecel lele selama 10 hari belakangan. Mereka sering mengadu kepada Nadia yang juga kerap memberi makan dan membelikan rokok untuk Kiki.

4. Teriakan Histeris

Sekitar 14 jam atau sekitar pukul 02.00 Wib dini hari, sebelum pasangan suami istri tersebut ditemukan tewas, saksi Yesika yang merupakan tetangganya sempat mendengar teriakan keras dari dalam kediaman Kiki dan Febi.

"Saksi kemudian pergi ke kedai itu dan menanyakan kepada Kiki dari luar rumah ada kejadian apa. Kiki pun menjawab istrinya menggigau, lalu saksi kembali lagi ke rumahnya," katanya.

Sekitar 30 menit setelah itu, saksi Yesika kembali mendengar suara gaduh. Dia pun kembali bertanya dan lagi-lagi Kiki menjawab tidak ada apa-apa dan istrinya sudah tertidur.

Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan terhadap motif bunuh diri yang dilakukan pasangan tersebut. Pihaknya belum bisa memastikan apakah kasus ini dipicu faktor ekonomi atau persoalan lain. []


Berita terkait
Suami-Istri Tewas Bunuh Diri di Padang Pariaman
Sepasang suami-istri di Kabupaten Padang Pariaman tewas bunuh diri.
Polisi Pemukul 3 Junior di Padang Pariaman Ditahan
Perwira polisi yang diduga melakukan pemukulan terhadap tiga bintara di Polres Padang Pariaman ditahan di Polda Sumbar.
Polres Padang Pariaman Gencar Bubarkan Acara Warga
Polres Padang Pariaman membubarkan sekumpulan warga berkumpul dan menangkap 7 remaja hendak tawuran saat operasi cipta kondisi.
0
Kapitalisasi Pasar Unilever Salip Emiten BUMN, Hanya Sesaat?
Sulit mengukur jangka waktu naiknya kapitalisasi pasar emiten yang menyalip emiten lain seperti Unilever yang mengungguli Bank Mandiri dan Telkom.