4 Cara Terbaik Berinvestasi di Reksa Dana untuk Pemula

Dalam berinvestasi, Anda harus bijaksana untuk mengetahui tujuan dan rencana investasi serta mempersiapkan strategi jangka panjang.
Ilustrasi. (Foto: Tagar/Ist)

Jakarta - Inveestor, terutama pemula harus tahu bahwa metode yang paling efektif dan menguntungkan untuk keberhasilan investasi dengan reksa dana adalah dengan tidak pernah melupakan dasar-dasar seperti meneliti dan memahami pilihan investasi, karena membangun fondasi yang kuat berdasarkan pemahaman adalah kunci keberhasilan investasi.

Dalam berinvestasi, Anda harus bijaksana untuk mengetahui tujuan dan rencana investasi serta mempersiapkan strategi jangka panjang. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui perusahaan reksa dana mana yang memiliki variasi terbaik. Serta masih ada beberapa tips bermanfaat lainnya mengenai berinvestasi di reksa dana berikut ini.


1. Jenis dan kategori dasar reksa dana

Reksa dana diatur ke dalam kategori berdasarkan kelas aset (saham, obligasi, dan uang tunai) lalu kemudian dikategorikan lebih lanjut berdasarkan gaya, tujuan atau strategi investasi. Mengetahui bagaimana reksa dana dikategorikan membantu dalam memilih pilihan investasi terbaik untuk tujuan alokasi dan diversifikasi aset. Misalnya ada reksa dana saham, reksa dana obligasi, dan reksa dana pasar uang.


2. Mengetahui toleransi risiko Anda

Sebelum memilih pilihan reksa dana, penting untuk mengetahui toleransi risiko Anda, ukuran tingkat fluktuasi (volatilitas) atau risiko pasar yang dapat Anda tanggung. Jika Anda baru mulai berinvestasi dengan reksa dana, atau jika Anda menjadi sangat cemas ketika nilai investasi Anda berkurang 10%, itu berarti toleransi risiko Anda relatif rendah, investasi berisiko tinggi mungkin tidak cocok untuk Anda.

Jika Anda telah memiliki sedikit pengalaman dalam berinvestasi atau memiliki cukup uang untuk dialokasikan berinvestasi, maka pilihan investasi yang agak lebih agresif mungkin tepat untuk Anda.


3. Menentukan alokasi aset

Setelah tingkat toleransi risiko ditentukan, pertimbangkan alokasi aset yang Anda inginkan, alokasi aset yang tepat akan mencerminkan tingkat toleransi risiko Anda, agresif (toleransi risiko tinggi), sedang (toleransi risiko sedang) atau konservatif (toleransi risiko rendah).


4. Memilih reksa dana terbaik

Dengan ribuan reksa dana untuk dipilih dan ratusan penyedia layanan reksa dana yang berbeda menawarkan keuntungan, Setelah alokasi aset ditetapkan, mulailah memilih reksa dana terbaik untuk Anda dan tujuan investasi Anda. Tidak lupa, Anda harus menganalisis sebelum memilih semua itu, pastikan pilihan Anda sudah tepat dan dapat menerima segala risiko atas apa yang telah Anda investasikan. []

(Fauzi Maulana Rizqi)


Baca Juga


Berita terkait
5 Kelebihan Reksa Dana yang Perlu Diketahui
Reksa dana adalah investasi yang relatif tak membutuhkan dana besar. Sehingga cocok untuk investor pemula dengan modal minim.
4 Jenis Reksa Dana yang Perlu Kamu Ketahui
Investasi reksadana sangat cocok untuk para investor pemula.
Berinvestasi Reksa Dana? Inilah 3 Waktu Terbaik Menjualnya
Dengan adanya tujuan yang jelas, setidaknya kamu mempunyai target kapan harus menjual reksa danamu tersebut.
0
3 Cara Menangani Keuangan Setelah Menikah
Terlepas dengan cara apa yang kamu pilih, penting untuk setiap pasangan bekerja sama menemukan solusi yang sama-sama nyaman.