UNTUK INDONESIA
396 Pegiat Sosial Bukittinggi Daftar BPJAmsostek
Wali Kota Bukittinggi mendaftarkan sebanyak 396 orang pegiat sosial menjadi peserta BPJamsostek.
Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias didampingi PPS Kepala Cabang BPJamsostek Bukittinggi Yori Pratama menyerahkan kartu kepesertaan kepada pegiat. (Foto: Tagar/Rifa Yanas)

Bukittinggi - Sebanyak 396 orang pegiat sosial di Kota Bukittinggi, didaftarkan menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau yang kini akrab disebut BPJamsostek.

Mereka terdiri dari unsur Tagana, Pendamping KUBE, Karang Taruna, Pekerja Sosial Masyarakat, dan Tim Koordinasi Sosial Kecamatan (TKSK). Hal itu dibenarkan Kepala Bidang Kepesertaan BPJAmsostek Bukittinggi, Yori Pratama.

Tujuannya supaya selama di lapangan, pegiat sosial ini aman dari risiko yang mungkin dihadapi.

Menurutnya, para pegiat sosial itu diikutkan dalam dua program sekaligus, yaitu program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKm)

Yori mengatakan, jelang didaftarkan secara simbolis oleh Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias pada Kamis, 23 Juli 2020, pihaknya menggelar kegiatan sosialisasi program perlindungan jaminan sosial untuk pilar-pilar sosial di bawah naungan Dinas Sosial Bukittinggi.

"Kami bersyukur dan berterimakasih kepada Pemko Bukittinggi. Pak Wali Kota sangat mendukung program ini. Tidak tanggung-tanggung, seluruhnya didaftarkan dengan iuran dibayarkan di muka sekaligus untuk enam bulan ke depan,” katanya.

Menurut Yori, sederet pilar-pilar sosial adalah grda terdepan dalam permasalahan sosial masyarakat di Kota Bukittinggi. Karena itu, harus ada jaminan sosial ketenagakerjaan bagi mereka.

“Tujuannya supaya selama di lapangan, pegiat sosial ini aman dari risiko yang mungkin dihadapi. Baik itu dari segi kecelakaan kerja atau risiko kematian selama bertugas,” katanya.

Dengan penambahan peserta itu, sepanjang tahun 2020 BPJamsostek Bukittinggi telah berhasil menggandeng sekitar 1.124 orang tenaga kerja dari unsur pekerja informal atau bukan penerima upah (BPU).

Di sisi lain, wabah pandemi Covid-19 juga tidak menyurutkan perusahaan untuk mendaftarkan tenaga kerja mereka untuk bergabung.

“Juga tercatat adanya penambahan peserta dari kelompok penerima upah di tahun 2020 sebanyak 1.795 orang,” kata Yori yang kini menjabat sebagai Pejabat Pengganti Sementara (PPS) Kepala Cabang BPJamsostek Bukittinggi. []

Berita terkait
RSAM Bukittinggi Menuju Wilayah Bebas Korupsi
RSAM Bukittinggi bersiap menuju wilayah Bebas Korupsi (WBK) serta Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).
ATM di Bukittinggi Dibongkar Maling, 124 Juta Raib
Kawanan maling menggasak mesin ATM di Bukittinggi. Mereka berhasil membawa kabur uang sebesar Rp 124 juta.
Polres Bukittinggi Tangkap Pengedar Ganja 15 Kg
Polres Bukittinggi menangkap seorang remaja berusia 18 tahun yang menjadi pengedar ganja. Pelaku dikendalikan kakaknya dari Lapas.
0
396 Pegiat Sosial Bukittinggi Daftar BPJAmsostek
Wali Kota Bukittinggi mendaftarkan sebanyak 396 orang pegiat sosial menjadi peserta BPJamsostek.