373 Personel Dikerahkan Amankan Pilkada Luwu Timur

Ratusan personel dikerahkan untuk amankan Pilkada serentak di Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan.
Ilustrasi Polisi (Foto: Dok.Tagar)

Luwu Timur - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak akan berlangsung pada 9 Desember mendatang, pihak Kepolisian Resort (Polres) Luwu Timur telah menyiapkan ratusan personel untuk memastikan pesta demokrasi lima tahunan tersebut berjalan dengan lancar dan aman.

Sebanyak 373 personel akan dikerahkan untuk mengamankan seluruh jalanannya tahapan Pilkada di Kabupaten Luwu Timur di 538 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Ada 538 TPS di Luwu Timur, sehingga kami akan mengerahkan sekitar 255 personel pada saat hari pencoblosan nanti.

"Kami mengerahkan sebanyak 373 personel. Namun, kami akan mendapatkan penambahan personel dari Sabhara Polda Sulsel sebanyak 120 orang dan Brimob Polda Sulsel sebanyak 60 orang," kata Kapolres Luwu Timur, AKBP Indratmoko kepada Tagar, Sabtu 12 September 2020.

Pihaknya akan mengerahkan dua pertiga kekuatan yang dimiliki untuk mengamankan 538 TPS.

"Ada 538 TPS di Luwu Timur, sehingga kami akan mengerahkan sekitar 255 personel pada saat hari pencoblosan nanti," ujarnya.

Ia juga menghimbau masyarakat agar tidak membuat hal-hal yang tidak diinginkan dan tetap menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif.

"Apalagi masih masa pandemi Covid-19, sehingga berkumpul dalam jumlah besar sangat tidak dianjurkan saat ini," Indratmoko. []

Berita terkait
Polisi Olah TKP Bocah Dicekoki Miras di Luwu Timur
PPA Polres Luwu Timur bersama Polsek Towuti melakukan olah TKP di lokasi bocah dicekoki Miras oleh dua pemuda.
Gubernur Sulsel Jenguk Korban Banjir di Luwu Utara
Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah kembali menjenguk para korban banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara
Ini Penyebab Tiga Polisi di Luwu Timur Sulsel Dipecat
Ini kasus yang menyerat sehingga tiga polisi di Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan dipecat tidak dengan hormat.
0
Gara-gara Ulah Istri Dubes Belgia di Korsel Ditarik Pulang
Belgia akan menarik pulang duta besarnya untuk Korsel di tengah kemarahan publik atas tuduhan serangan istrinya terhadap dua karyawan toko di Seoul