UNTUK INDONESIA
35 Pasien Negatif Covid-19 Meninggal di Yogyakarta
Di Yogyakarta tercatat ada 604 orang dinyatakan negatif Covid-19. Namun dari jumlah itu, 35 orang di antaranya meninggal dunia.
Rekapitulasi Covid-19 di Yogyakarta, 604 pasien dinyaratakan negatif. Dari jumlah itu, 35 di antaranya meninggal dunia. (Foto: Posko Terpadu Satgas Covid-19 Pemda DIY)

Yogyakarta - Jumlah orang yang positif Covid-19 di Yogyakarta per 27 April 2020 pukul 16.00 WIB tercatat ada 83 orang. Terdapat satu orang tambahan positif Covid-19 yakni seorang perempuan, 55 tahun, asal Kabupaten Sleman.

Dari 83 orang itu, 39 orang dirawat di rumah sakit, 37 orang dinyatakan sembuh, dan tujuh orang meninggal dunia. Sedangkan, sebanyak 604 orang dinyatakan negatif Covid-19. Data tersebut berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan RS Rujukan Covid di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Dari 604 orang yang negatif Covid-19, 35 orang di antaranya meninggal dunia," ungkap Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih pada Senin, 27 April 2020.

Berty menyebutkan, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) 798 orang. Dari total 798 PDP, 629 orang rawat jalan atau selesai pengawasan, 120 orang rawat inap, dan 49 orang meninggal dunia. Sementara, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) 4.519 orang.

Selain ada penambahan satu pasien positif, ada penambahan lain berupa 65 kasus negatif, dua hasil uji lab yang diketahui negatif bagi PDP yang meninggal saat uji lab masih berlangsung. Selain itu, ada penambahan satu kasus pasien PDP yang meninggal dunia dan hasil uji lab belum diketahui, yaitu perempuan, 78 tahun, warga Kota Yogyakarta.

Dari 604 orang yang negatif Covid-19, 35 orang di antaranya meninggal dunia.

Sementara itu, Pemda DIY sudah mendistribusikan 15.900 rapid diagnostic test (RDT) atau alat diagnosa cepat ke kabupaten dan kota di DIY. Sebelumnya, Pemda DIY menerima RDT dari Pusat sebanyak 20.400.

Hasil Rapid Test

Berty mengatakan, dari jumlah RDT yang telah didistribusikan tercatat 5.049 yang hasilnya sudah dapat diketahui yakni 4.874 negatif, 99 positif, dan terjadi error pada 78 RDT. "Untuk pelaporan hasil RDT selanjutnya bisa diketahui pada Senin depan," katanya.

Bagi pasien yang hasilnya positif diminta melakukan isolasi mandiri di rumah sembari menunggu untuk diambil swab-nya. Untuk pasien negatif, pasien yang bersangkutan harus tetap menjaga jarak dengan tetap berada di rumah dan menjalani tes RDT ulang 7-10 hari kemudian.

RDT diprioritaskan untuk tenaga kesehatan yang kontak langsung dengan psaien dan kontak tracing kasus yang ada di seluruh wilayah kabupaten dan kota di DIY. Prioritas selanjutnya adalah para pendatang dari luar daerah terutama episentrum Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setayningastutie mendorong tenaga kesehatan di wilayah Kabupaten/Kota menggunakan dan mengembangkan penggunan RDT. "Kami akan terus dorong teman-teman dari kabupaten/kota untuk memanfaatkan RDT untuk screening terutama mereka yang kurang mampu, termasuk pekerja migran, dan sebagainya. Selama ini, RDT dipersepsikan hanya untuk pelacakan kasus,” katanya.

Menurut dia, sejatinya RDT bukan tentang status, melainkan bagaimana intervensi dapat dilakukan terhadap kelompok yang terdeteksi sehingga karantina wilayah dapat diperkuat. "Kita bisa melihat seberapa besar transmisi itu sudah menyebar. Nantinya bisa kita petakan apakah itu kasus baru atau kasus impor," ungkapnya.

Mantan Direktur RSJ Grhasia ini mengungkapkan langkah ini sebenarnya juga bisa dijadikan panduan sekaligus referensi pengambilan kebijakan bagi aparat di tingkat kecamatan. Namun, proses penggunaan RDT ini memerlukan keterlibatan tenaga medis karena membutuhkan sampel darah dari pembuluh vena.

“Kalau petugas di puskesmas kurang memadai jumlahnya, nantinya dapat diusahakan untuk meminta bantuan dari relawan yang memiliki latar belakang medis, dari Palang Merah Indonesia (PMI) atau institusi terkait," katanya. []

Baca Juga:

Berita terkait
APD Buatan UNY bagi Tenaga Medis Covid-19 Yogyakarta
UNY membuat APD yang dibagikan kepada tenaga medis Covid-19 di Yogyakarta.
19 Kendaraan Masuk Yogyakarta Diminta Putar Balik
Bukan isapan jempol, pemudik masuk Yogyakarta dari zona merah Covid-19 diminta putar balik.
Garebeg Sawal Keraton Yogyakarta Ditiadakan
Keraton Yogyakarta mengumumkan hajad dalem Garebeg Sawal tahun ini ditiadakan karena masih dalam kondisi tanggap darurat Covid-19.
0
Ingin Perubahan Depok Setelah 15 Tahun? Pilih Pradi-Afifah
Sekertaris DPC PDI-P Ikravany Hilman menyoroti kinerja pemerintahan kota depok sebelumnya, dimana 15 tahun tanpa kemajuan signifikan.