UNTUK INDONESIA
3.713 Kasus Selama Razia Masker di Yogyakarta
Dalam razia terhitung 4-23 Agustus 2020, ditemukan 3.713 kasus warga tanpa masker di Provinsi DIY, terbanyak di Malioboro Yogyakarta.
Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad saat ditemui di Kompleks Kepatihan, 24 Agustus 2020. (Foto: Tagar/Rahmat Jiwandono)

Yogyakarta - Sebanyak 3.713 kasus ditemukan saat razia protokol kesehatan, khususnya masker di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dari jumlah itu, 3.111 di antaranya merupakan warga Yogyakarta.

Hal itu berdasarkan operasi protokol kesehatan yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY. "Razia tidak pakai masker kami mulai dari 4 Agustus sampai 23 Agustus 2020," kata Ketua Satpol PP DIY, Noviar Rahmad pada Senin, 24 Agustus 2020.

Noviar menjelaskan, total pelanggar protokol selama masa operasi sebanyak 3.713 kasus. Dari 3.713 kasus tersebut, 3.111 pelanggar merupakan warga ber-KTP DIY. "Untuk dari luar daerah ada 554 pelanggar," katanya.

Kami lebih menekankan pada pembinaan dari pada memberi sanksi.

Pelanggar protokol kesehatan paling banyak ditemukan di kawasan Malioboro. Banyak wisatawan yang tidak memakai masker.

Tindakan yang dilakukan jajarannya bagi pelanggar protokol kesehatan adalah meminta KTP guna dilakukan pendataan. Kemudian mereka diminta membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya. "Kami lebih menekankan pada pembinaan dari pada memberi sanksi," tegasnya.

Menurut dia, Satpol PP DIY selama dua minggu ini masih fokus untuk menegur masyarakat yang tidak memakai masker. "Fokusnya (orang yang tidak pakai masker) itu dulu. Baru nanti kami mengimbau masyarakat untuk jaga jarak," kata dia.

Dia menambahkan, jumlah wisatawan di obyek wisata yang terjaring razia masker sebanyak 1.903 kasus. Jumlah itu berbeda dengan pelanggaran yang dicatat di kawasan perkotaan. "Itu beda ya, kalau di tempat wisata razianya hanya Sabtu dan Minggu," ujarnya. []

Berita terkait
Alasan Penutupan Dua Puskesmas di Kota Yogyakarta
Dua puskesmas di Kota Yogyakarta sempat ditutup pada saat bersamaan karena ada petugas dan pasien yang terpapar virus C-19.
Anggota DPRD Bantul Positif Terpapar C-19
Seorang anggota DPRD Bantul positif terpapar virus C-19. Yang bersangkutan sebelumnya mengikuti kegiatan partai dan kemasyarakatan.
Sri Sultan HB X Sentil UPT Malioboro Yogyakarta
Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyentil UPT Malioboro karena dianggap tidak menjaga Malioboro dengan baik.
0
Penjelasan Bawaslu Bantul Terkait Tugas Kopja di Pilkada
Bawaslu Kabupaten Bantul menyelenggarakan Penandatanganan Pakta Integeritas Komitmen Mematuhi Pelaksanaan Tahapan Pemilu Serentak 2020.