3 Tips Lolos Administrasi Syarat KPR Rumah

astikan Anda telah melengkapi daftar dokumen yang dibutuhkan dan tidak ada yang tertinggal.
Ilustrasi. (Foto: Tagar/Ist)

Jakarta - Tak jarang bank akhirnya menolak ajuan KPR dari nasabahnya karena hal-hal tertentu. Oleh sebab itu, jika Anda hendak mengajukan kredit pemilikan rumah dalam waktu dekat, perhatikan tips-tips berikut ini agar lolos tahap administrasi.


1. Pastikan usia Anda telah memenuhi batas minimal

Agar proses pengajuan berjalan dengan lancar, hal pertama yang perlu dipastikan adalah umur. Jika Anda berumur kurang dari 21 tahun atau mengatasnamakan orang yang usianya belum genap 21 tahun, hal ini akan menghambat proses pengajuan KPR Anda.


2. Segera mungkin melengkapi dokumen

Dalam mempersiapkan dokumen, pastikan Anda telah melengkapi daftar dokumen yang dibutuhkan dan tidak ada yang tertinggal. Proses pengajuan yang seharusnya berjalan lancar, tentu akan sedikit tersendat apabila ada salah satu dokumen yang tertinggal. Hal ini juga akan membuat Anda bekerja dua kali dalam mempersiapkan dokumen.


3. Surat bukti penghasilan yang jelas

Surat ini menjadi bahan pertimbangan yang diprioritaskan oleh bank. Besarnya gaji yang Anda dapatkan dalam setiap bulan akan berpengaruh pada pengajuan KPR Anda. angka tersebut yang akan menjadi penilaian, apakah di kemudian hari Anda mampu membayar angsuran KPR hingga lunas. []

(Sri Wahyuni Sitorus)

Berita terkait
5 Keuntungan KPR Bank Syariah, Solusi Pembiayaan Rumah Tanpa Bunga
Sebagian masyarakat menilai bahwa kredit jenis ini lebih unggul dalam beberapa hal.
7 Hal yang Harus Dipikirkan Sebelum KPR Rumah
Pahamilah bahwa dalam kesehatan finansial, jumlah aset lancar (kas atau setara kas) yang ideal adalah 15% hingga 20% dari total kekayaan bersih.
Cara Tepat Memilih Bank KPR untuk Cicilan Rumah
Penting untuk ditanyakan apakah bunga yang diberlakukan bank pengajuan KPR kamu adalah sistem tetap (fixed) atau dinamis (float).
0
RPI: Apakah Senior yang Dimaksud AHY Adalah SBY?
Fernando meminta AHY untuk tidak menggunakan senior di TNI sebagai tampeng politik untuk menyudutkan Moeldoko.