UNTUK INDONESIA
3 Tempat Potensi Tinggi Covid-19 Saat Era New Normal
Pencegahan di 3 tempat yang perlu diwaspadai saat era new normal karena berpotensi tinggi penyebaran Covid-19.
Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto. (Foto: Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19)

Jakarta - Juru bicara penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan ada 3 tempat yang perlu diwaspadai saat era new normal karena berpotensi menjadi kluster baru penyebaran Covid-19. Adapun 3 tempat itu adalah kantor, rumah makan atau resto, dan angkutan umum atau transportasi massal.

Yuri mengatakan 3 titik yang harus diwaspadai itu berdasarkan hasil penelitian para ahli. Namun, Yuri mengaku pihaknya telah mengantisipasi sejumlah tindakan yang harus dilakukan di kantor, rumah makan, dan transportasi umum agar rendah risiko penyebaran Covid-19.

PSBB JakartaSejumlah pekerja berjalan usai bekerja dengan latar belakang gedung perkantoran di Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (16/4/2020). Pemprov DKI Jakarta akan memberikan saksi berupa mencabut perizinan kepada perusahaan yang tetap beroperasi di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kecuali delapan sektor yang memang diizinkan. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/hp.


Kantor

Yuri mengatakan, kantor-kantor wajib melakukan 3 hal agar terhindar dari kluster baru penyebaran Covid-19. Pertama, kata dia, wajib menjaga jarak 1,5 meter dari jumlah orang yang masuk kerja.

Selanjutnya kedua, kontak berdekatan dengan durasi waktu yang lama berpeluang terjadi penularan, maka jaga jarak dan tetap memakai masker ditempat kerja mutlak dilakukan.

Sementara ketiga, kata Yuri, mengatur sirkulasi udara, penggunaan pendingin udara sebaiknya tidak dilakukan terus menerus. Ia menyarankan penggunaan pendingin udara digunakan di jam-jam tertentu, serta diupayakan setiap hari udara diganti dengan udara segar.

"Tentunya ini akan sangat dipengaruhi desain ruangan atau rumah, upayakan ini bisa dilakukan termasuk-ruangan di rumah kita," kata Yuri melalui keterangannya.

Rumah MakanPemilik restoran Nuova Fiorentina, mengukur jarak antar meja untuk menjaga jarak sosial antara tamu, di Roma, Italia, 28 April. (Foto: Reuters/Guglielmo Mangiapane)


Rumah Makan atau Restoran

Menurut Yuri, saat era new normal rumah makan atau restoran berpotensi menjadi kluster baru penyebaran Covid-19 dipengaruhi oleh kepentingan dan waktu, makan siang misalnya. Waktu-waktu pada jam tersebut dapat menyebabkan para pengunjung sulit menerapkan jaga jarak aman.

Bus Pemprov JakartaPenumpang duduk di dalam bus milik Pemprov DKI Jakarta di Stasiun Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin, 15 Juni 2020. Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta menyediakan 50 unit bus sekolah yang akan mengangkut penumpang secara gratis untuk membantu mengurai penumpukan penumpang di stasiun-stasiun transportasi massal kereta api listrik (KRL) jurusan Bogor menuju Jakarta. (Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya)

Angkutan Umum

Yuri mengatakan pemerintah telah mengatur volume penumpang di sarana transportasi massal. Aturan tersebut tertuang dalam Surat Edaran No.8 Tahun 2020 tentang Pengaturan Jam Kerja Pada Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat yang Produktif dan Aman dari Covid-19 di wilayah Jabodetabek.

Di dalam SE tersebut, mengatur jam kerja ASN, pegawai BUMN, pegawai swasta dalam 2 gelombang. Gelombang pertama 07.00 WIB-07.30 WIB sampai 15.00 WIB-15.30 WIB, sedangkan gelombang kedua 10.00 WIB-10.30 WIB sampai 18.00 WIB-18.30 WIB.

"Ini untuk memastikan kapasitas commuter bisa diisi dengan memenuhi prasyarat aman untuk menjaga jarak," terang Yuli.

Yuri menekankan, kebijakan era new normal harus dimaknai secara bijak. Pembukaan sektor maupun daerah tertentu harus difokuskan untuk menggerakkan roda perekonomian, sehingga masyarakat dapat kembali produktif namun tetap aman dari Covid-19. Oleh karenanya protokol Kesehatan mutlak harus dilakukan.

"Ini yang harus kita maknai bersama bahwa aktivitas di luar rumah hanya untuk kepentingan produktivitas kita, bukan berarti kepentingan-kepentingan yang bisa ditunda masih kita paksakan untuk dilakukan, oleh karena itu tetap di dalam rumah dan keluar rumah hanya untuk hal produktif," ujar Yuri.

Berita terkait
New Normal dan Tuntutan Kreatif Kemas Produk Kuliner
Para pelaku di sektor kuliner harus dapat melakukan terobosan dengan kreatif mengelola produk saat menghadapi era new normal.
Tips Mencari Tempat Kuliner Sehat di Masa New Normal
Mencari tempat kuliner di masa new normal sekarang ini tidak boleh sembarangan. Berikut tips yang harus diperhatikan oleh masyarakat.
Tips Buat Pemilik Usaha Bersaing di Masa New Normal
Memasuki masa new normal, berbagai usaha sudah mulai beroperasi kembali. Bagaimana pemilik usaha kembali bersaing di tengah kebiasaan baru?
0
3 Tempat Potensi Tinggi Covid-19 Saat Era New Normal
Pencegahan di 3 tempat yang perlu diwaspadai saat era new normal karena berpotensi tinggi penyebaran Covid-19.