UNTUK INDONESIA

3 Mitos Pamali di Indonesia yang Bikin Orangtua Waspada

Tak sedikit orangtua di Indonesia menggunakan kata pamali untuk melarang anaknya melakukan sesuatu.
Ilustrasi ibu memberitahu anak. (Foto: iStockphoto)

Jakarta - Tak sedikit orangtua di Indonesia menggunakan kata 'pamali' untuk melarang anaknya melakukan sesuatu. Katanya, apabila melanggar, maka hal negatif akan terjadi pada diri sendiri bahkan keluarga.

Kata pamali merupakan istilah dalam bahasa Sunda yang berarti pantangan yang tidak boleh dilakukan. Sedangkan berdasarkan KBBI, 'pamali' atau 'pemali' berarti larangan sekaligus pantangan berdasarkan adat dan kebiasaan.

Menurut sejumlah adat yang berbeda, pamali merupakan informasi turun temurun dari nenek moyang dan orang terdahulu. Hingga saat ini pun pamali masih sangat populer di Tanah Air.

Apa aja sih pamali yang masih subur di Indonesia? Simak di bawah ini ya!

1. "Anak gadis gak boleh duduk di depan pintu"

Larangan ini merupakan bentuk pamali yang katanya di masa depan susah atau tidak akan dapat jodoh.

Sebenarnya, larangan ini untuk mendidik para wanita agar berlaku sopan. Sebab, duduk di depan pintu dianggap perilaku kurang pantas dan secara langsung menghalangi orang untuk masuk atau keluar dari ruangan.

Duduk di depan pintuIlustrasi duduk di depan pintu. (Foto: Pixabay)

2. "Jangan potong kuku malam hari"

Pantangan ini ditujukkan bagi orang yang ingin memotong kuku saat malam hari. Pada masa lalu, cahaya tak seterang saat ini. Akses litrik untuk menyalakan lampu dahulu juga terbatas maka cahaya cenderung redup di beberapa tempat pada malam hari.

Meski saat ini lampu telah menerangi rumah-rumah, tetapi malam hari tak seterang ketika matahari menyinari. Maka mitos ini tetap subur di era modern.

Kebaikan yang bisa diambil dari mitos ini yaitu mencegah jari terluka akibat motong kuku pada malam hari.

Menggunting kukuIlustrasi menggunting kuku. (Foto: Pixabay)

Baca juga:

3. "Pamali keluar rumah malam-malam, nanti diculik mahluk halus"

Mitos ini dibuat agar anak-anak tak keluar rumah menjelang azan Magrib. Sebab, bagi umat muslim, azan Magrib merupakan panggilan salat sekaligus waktu untuk istirahat setelah aktivitas seharian.

Magrib juga bisa menjadi momen awal berkumpul bersama keluarga usai bekerja. Itulah sebabnya mengapa mitos ini dibuat dan masih berkembang di tengah masyarakat. (Viona Bono Valvinka) 

Anak bermain airIlustrasi anak-anak bermain. (Foto: Pixabay)

Berita terkait
Main Game Buruk untuk Kesehatan, Mitos atau Fakta?
Main game tidak punya efek positif bagi masa depan. Bahkan dinilai menjadi pemicu gangguan kesehatan. Sebenarnya mitos atau fakta?
Bagaimana Rasanya Disambar Petir?
Bunyi petir yang bersautan di langit saat hujan lebat membuat bulu kuduk bergidik. Kadang membayangkan, bagaimana rasanya tersambar?
Manfaat Air Ludah Sembuhkan Luka Basah, Mitos Atau Fakta?
Mengoleskan luka basah dengan air ludah atau air liur telah turun temurun diwariskan generasi lampau.
0
3 Mitos Pamali di Indonesia yang Bikin Orangtua Waspada
Tak sedikit orangtua di Indonesia menggunakan kata pamali untuk melarang anaknya melakukan sesuatu.