3 Mitos dan Fakta Tentang Diabetes

Ada sejumlah fakta yang tidak disadari tentang penyakit ini.
Ilustrasi Diabetes. (Foto:Tagar/Pexel/Natalia Vaitkevich)

Jakarta - Terlepas dari karakteristik tertentu pada diabetes, ada sejumlah fakta yang tidak disadari tentang diabetes.

Berikut adalah tiga fakta tentang diabetes yang harus diketahui untuk pemahaman yang lebih baik tentang kondisi tersebut.


1. Mitos dan fakta tentang konsumsi gula

Mitos: diabetes disebabkan oleh makan terlalu banyak gula.

Faktanya, makanan manis, segelas soda, dan makanan olahan secara langsung tidak meningkatkan risiko diabetes.

Tapi, semua hal itu meningkatkan risiko obesitas, yang dapat menyebabkan diabetes.

Makan terlalu banyak gula bukanlah penyebab diabetes. Hubungan antara gula dan diabetes tidak sederhana.

Bentuk paling umum dari diabetes, yaitu diabetes tipe 2, yang terjadi ketika tubuh tidak responsif terhadap jumlah insulin yang dihasilkan.

Seiring waktu, tubuh tidak mampu memproduksi insulin yang cukup untuk mempertahankan kadar gula darah normal.

Kelebihan berat badan atau obesitas, dan memiliki riwayat keluarga yang terkena diabetes adalah kemungkinan penyebab utama diabetes.


2. Mitos dan fakta soal konsumsi makanan

Mitos: orang yang menderita diabetes tidak boleh makan yang manis-manis

Fakta: penderita diabetes boleh konsumsi makanan manis sesuai takaran yang tepat.

Orang yang menderita diabetes dan tidak boleh mengonsumsi gula adalah mitos.

Menghitung karbohidrat setiap kali makan adalah bagian penting untuk menjaga kadar gula darah.

Permen dan kue kering mengandung karbohidrat, jadi, menghitungnya membantu pasien diabetes untuk menjaga kadar glukosa darah mereka tetap terkendali.

Sepotong kue dapat dikonsumsi sebagai pengganti makanan kaya karbohidrat lainnya.


3. Wanita hamil dengan diabetes, maka bayi berisiko terkena diabetes.

Mitos: gestational diabetes (kondisi kadar gula darah tinggi yang terjadi pada wanita hamil) berarti bayi juga berisiko terkena diabetes.

Fakta: sekitar sembilan persen wanita menjadi resisten insulin selama kehamilan dan mengembangkan diabetes gestasional.

Hal itu tidak berarti bahwa bayi akan menderita diabetes. Konsultasikan dengan spesialis ob-gyn untuk mengelola kondisi tersebut.

Kadar gula darah tinggi dapat menyebabkan bayi memproduksi lebih banyak insulin dari waktu ke waktu.

Yang dapat membuat kelahiran bayi dengan risiko berat badan tinggi, kadar glukosa darah rendah, obesitas, masalah pernapasan, dan diabetes tipe 2 di kemudian hari. []


Baca Juga:






Berita terkait
Mengapa Penderita Diabetes Lebih Sulit Turunkan Berat Badan?
Biasanya penderita diabetes disarankan untuk menurunkan berat badan, namun hal ini sangatlah sulit bagi penderita diabetes.
Penderita Diabetes Wajib Hindari 5 Makanan Ini
Beberapa makanan dapat meningkatkan kadar gula darah, nsulin dan meningkatkan peradangan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan risiko diabetes.
Makanan & Minuman yang Harus Dihindari Pengidap Diabetes
Diabes merupakan penyakit berbahaya yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi. Berikut makanan dan minuman yang harus dihindari.
0
Investasi Sosial di Aceh Besar, Kemensos Bentuk Kampung Siaga Bencana
Lahirnya Kampung Siaga Bencana (KSB) merupakan fondasi penanggulangan bencana berbasis masyarakat. Seperti yang selalu disampaikan Mensos.