UNTUK INDONESIA
295 Imigran Rohingya Kembali Terdampar di Aceh
Ratusan imigran Rohingya kembali terdampar di Pantai Desa Ujung Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Aceh.
Ratusan imigran Rohingya baru saja mendarat ke darat dan dikumpulkan di salah satu pondok di Desa Ujung Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Aceh, Senin, 7 September 2020. (Foto: Tagar/Agam Khalilullah)

Lhokseumawe – Sebanyak 295 Imigran Rohingya terdampar di Pantai Desa Ujung Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Aceh, sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Para imigran gelap bertujuan ingin ke Malaysia.

Kepala Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Lhokseumawe, Muhammad Waly mengatakan, menurut informasi yang diperoleh, tiba-tiba kapal yang mengangkut para Imigran Rohingya tersebut, bersandar di wilayah Pantai Desa Ujung Blang.

“Tiba-tiba kapal yang mengangkut mereka itu bersandar di wilayah Pantai Ujung Blang, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe dan mereka langsung berlarian tanpa arah, serta tujuan,” ujar Muhammad Waly.

Muhammad Waly menambahkan, kemudian dibantu oleh sejumlah personel polisi dan TNI, para imigran tersebut dikumpulkan di salah satu pondok yang ada di tempat itu dan dipisahkan antara lelaki dan perempuan.

Mereka langsung berlarian tanpa arah, serta tujuan.

Saat pendataan awal, jumlah laki-laki dewasa mencapai 100 orang, perempuan dewasa 181 orang dan anak-anak 18 orang. Maka semuanya total 295 orang dan semuanya itu masih tahap pendataan awal.

“Saat tiba di darat, mereka langsung diberikan air minum oleh masyarakat setempat. Ditempatkan di salah satu pondok, kemudian dilakukan pendataan. Ada satu orang yang harus dievakuasi ke rumah sakit, karena mengalami sesak napas,” tutur Waly.

Sebelumnya, sebelumnya pada Bulan Juli 2020, juga sebanyak 99 Imigran Rohingya terdapat ke wilayah perairan Aceh Utara dan kini telah ditampung bekas gedung Balai Latihan Kerja (BLK), Desa Meunsah Mee, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. [PEN]

Baca juga:

Berita terkait
Penyesalan Pria Aceh yang Nekat Membunuh Ibu Kandung
Pelaku mengaku menyesal karena telah membunuh ibu kandungnya sendiri dan berencana menziarah makam ibunya saat bebas nanti.
Cara Pemkab Aceh Tamiang Memajukan Objek Wisata
Pemerintah mulai melakukan sejumlah upaya dalam membenahi dan meningkatkan sektor pariwisata di Aceh Tamiang.
Heboh, Seorang Pria Mengamuk Pakai Parang di Aceh
Sejumlah mobil dan meja kafe menjadi rusak berat, termasuk mobil salah seorang wartawan.
0
Respon World Bank Soal Omnibus Law UU Cipta Kerja
Regulasi sapu jagat atau omnibus law UU Cipta Kerja masih menjadi perdebatan dan kontroversi. Bagaimana sikap World Bank?