Jakarta, (Tagar 11/2/2019) - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyebut teror berupa pembakaran sejumlah mobil yang terjadi di wilayah Jawa Tengah dilakukan orang tidak bertanggungjawab untuk merusak suasana, ketenteraman dan ketertiban warga. 

"Ini dilakukan oleh orang-orang yang tidak jelas apa motivasinya, tapi terorganisir. Bisa masuk kategori kelompok organisasi yang gelap. Arahnya merusak suasana, ketenteraman dan ketertiban," kata Tjahjo di Jakarta, Senin (11/2), mengutip Kantor Berita Antara.

Tjahjo mengatakan dirinya telah menerima kabar bahwa kepolisian telah bertindak cepat dengan mengumpulkan seluruh RT/RW hingga Bintara Pembina Desa (Babinsa) TNI dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) untuk mencegah terulangnya teror serupa. "Saya dengar pelaku juga sudah mulai ditangkap polisi," ujar Tjahjo.

Tjahjo sendiri menekankan dirinya selaku Mendagri, sejak setengah tahun lalu, sudah mengingatkan agar siskamling diterapkan kembali dengan melibatkan kepolisian, warga dan satpol PP.

"Siskamling untuk mengantisipasi hal-hal tak terduga, dari organisasi yang gelap yang ingin mengganggu stabilitas," jelas dia. Tjahjo meyakini seluruh teror pembakaran mobil di Jawa Tengah akan terungkap, termasuk dalang dibalik teror tersebut. "Saya yakin, saya kira ini akan terungkap," jelas dia. 

Sejauh ini, sudah ada 27 kejadian pembakaran kendaraan di empat wilayah di Jawa Tengah. Di Semarang terjadi 17 kejadian pembakaran, Kabupaten Kendal 8 pembakaran, Kabupaten Semarang 1 insiden, dan 1 pembakaran di Kabupaten Grobogan. []