UNTUK INDONESIA
21 Kasus Positif Covid-19, 5 Pasien Sembuh di Kudus
Jubir Gugus Tugas Covid-19 Kudus meminta warga terus waspada dan menjalankan berbagai upaya pencegahan penularan Covid-19.
Plt. Bupati Kudus, M Hartopo mengunjungi rumah sakit rujukan Covid-19 di Kudus, guna mengecek ketersediaan APD di rumah sakit tersebut. (Foto: Pemkab Kudus/Tagar/Nila Niswatul Chusna)

Kudus - Angka kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus terus meningkat seiring berjalannya waktu. Data Covid-19 terbaru menyebutkan ada 21 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Kretek

Untuk itu, masyarakat diminta terus waspada dan menjalankan berbagai upaya pencegahan penularan Covid-19 sesuai imbuan pemerintah.

Data dari luar wilayah Kudus ikut terinput. Karena Kudus ada rumah sakit lini pertama dan kedua rujukan penanganan Covid-19, menerima rujukan dari Kabupaten lain di sekitar Kudus.

Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kudus dr Andini Aridewi membenarkan hingga Rabu, 29 April 2020 pukul 06.00 WIB ada 21 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kudus. Dengan rincian, 12 orang tengah menjalani perawatan di rumah sakit, 5 orang sembuh dan 4 lainnya meninggal dunia.

Angka kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kudus tergolong tinggi. Andini menjelaskan kasus positif Covid-19 yang tercatat merupakan angka komulatif dari kasus dari Kudus dan luar wilayah Kudus.

"Data dari luar wilayah Kudus ikut terinput. Karena Kudus ada rumah sakit lini pertama dan kedua rujukan penanganan Covid-19, menerima rujukan dari Kabupaten lain di sekitar Kudus," kata dia kepada Tagar.

Andini menyebut, delapan dari 21 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kudus berasal dari luar wilayah. Seperti Kabupaten Pati, Kabupaten Demak dan Kabupaten Jepara.

"Dari luar wilayah, ada enam pasien yang dirawat di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, RS Mardirahayu dan RS Kumalasiwi dan dua pasien dinyatakan sembuh," tutur dia.

Sementara kasus terkonfirmasi positif Covid-19 berasal dari Kudus, lanjut dia, ada 13 kasus. Di mana enam pasien tengah dirawat di rumah sakit RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, RS Mardirahayu, RS Aisyiyah dan RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang. Kemudian 4 pasien lainnya dinyatakan sembuh dan 3 pasien meninggal dunia.

Dokter berparas cantik itu mengungkapkan pada Selasa, 28 April 2020 ada tambahan dua kasus terkonfrimasi positif Covid-19. Satu berasal dari Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus yang diketahui meninggal dunia di RSUP dr. Kariadi Semarang pada 11 April 2020 lalu.

Proses pemakaman jenazahnya, telah dilalukan sesuai protap Covid-19. Pihak keluarga dan kontak eratnya juga telah diminta melakulan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari.

Dengan adanya konfirmasi positif Covid-19 tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus dan Puskesmas Jati hari ini akan melakukan pemeriksaan dan pengecekan ulang, kondisi kesehatan keluarga dan kontak eratnya.

"Berjenis kelamin wanita, usia 58 tahun. Dia mengidap penyakit penyerta dan notifikasi terkonfirmasi positif Covid-19 baru sampai ke kami kemarin," kata Andini.

Satu kasus terkonfirmasi positif Covid-19 lainnya, berasal dari Kabupaten Pati. Pasien berjenis kelamin laki-laki, berusia 60 tahun itu merupakan pasien rujukan dari Keluarga Sehat Hospital Pati. Dia masuk ke RS Mardirahayu pada tanggal 13 April 2020 lalu, dengan gejala sesak napas.

"Hasil uji lendir tenggorok baru keluar kemarin, menyebutkan terkonfirmasi positif Covid-19. Saat ini pasien asal Kabupaten Pati masih menjalani perawatan di RS Mardirahayu," ucap dia.

Koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, kata Andini, sudah dilakukan pihaknya. Guna menelusuri sumber penularan dan orang-orang yang pernah kontak dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 ini.

"Tracing contact akan dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Pati," ujarnya.

Kepada masyarakat Kudus, dia mengimbau untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Covid-19. Dengan mentaati imbauan pemerintah berupa melakukan social distancing dan physical distancing.

Mengurangi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan rajin cuci tangan juga menjadi hal wajib dalam memutusan mata rantai penularan Covid-19.

"Kita harus terus waspada, tapi jangan panik," tuturnya. []

Berita terkait
Belum Swab, PDP Bayi Perempuan di Kudus Meninggal
Berstatus PDP, bayi perempuan di Kudus meninggal dunia belum bisa dipastikan positif atau negatif corona karena belum swab.
Puluhan Mobil Zona Merah Dihalau Masuk Kudus
Sedikitnya 50 mobil dari zona merah corona berhasil dicegah masuk Kudus di gerbang selatan, Terminal Induk Jati.
Buah Manis Pemudik Kudus Jalani Masa Isolasi
Para pemudik Kudus di karantina Rusunawa Bakalankrapyak akhirnya menyadari pentingnya langkah isolasi sebelum kumpul keluarga.
0
Kata PKS, Presiden Jokowi Lemah dan Plin Plan
Pemerintahan Jokowi periode dua ini masih saja seperti dulu. Lemah dan plin plan. Terlihat saat wabah Covid-19 melanda negara ini. Kata orang PKS.