UNTUK INDONESIA
2.493 Hektare Sawah di Aceh Terancam Gagal Panen
Akibat kemarau, 2.493 hektare persawahan di wilayah Kabupaten Aceh Besar, Aceh menyebabkan kekeringan.
Sawah di Desa Alue Lim, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe mengalami kekeringan pada tahun 2016. (Foto: Tagar/Agam Khalilullah)

Banda Aceh - Kemarau yang melanda Kabupaten Aceh Besar, Aceh menyebabkan kekeringan di sejumlah area persawahan. Bahkan, Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Besar menyebutkan ada 2.493 hektare persawahan di wilayah tersebut terancam gagal panen.

Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Azhar menjelaskan kekeringan yang terjadi saat ini telah berdampak pada hasil panen petani. Sebenarnya, kata Azhar, kekeringan tersebut juga disebabkan adanya kerusakan saluran irigasi di Kecamatan Seulimuem sejak akhir tahun lalu.

Namun, kata Azhar, saluran irigasi tersebut telah diperbaiki beberapa hari lalu. Pemkab Aceh Besar bahkan memastikan ke depan air akan kembali mengairi hingga areal persawahan.

"Seluas 2.493 Hektare mengalami kekeringan, dan mungkin akan gagal panen, untuk saluran irigasi sudah diperbaiki,” ujar Azhar kepada wartawan di Banda Aceh, Kamis, 23 Januari 2020 sore.

Sementara, Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali mengatakan bahwa pihaknya akan berusaha mengatasi apabila terjadi kerugian oleh petani jika memang gagal panen.

Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, kata dia, akan terus berusaha agar petani padi di kabupaten tersebut tidak gagal panen tahun ini. Dalam mengatasi ancaman gagal panen, pihaknya telah melakukan upaya-upaya seperti memanfaatkan fungsi waduk dan memperbaiki saluran irigasi.

Seluas 2.493 Hektare mengalami kekeringan, dan mungkin akan gagal panen, untuk saluran irigasi sudah diperbaiki.

Selain itu, katanya, juga melakukan upaya pembagian air melalui irigasi secara rapi atau merata dan tepat waktu. Menurutnya, kemarau panjang bukan hanya menyebabkan area persawahan kekeringan, tetapi juga membuat debit air di sejumlah waduk di Kabupaten Aceh Besar berkurang.

“Kemarin ada kerusakan irigasi kita bersihkan, irigasinya sudah bersih. Karena debitnya kurang, airnya kurang, sumbernya kurang, membuat waduk-waduk kita levelnya turun,” ujarnya, Kamis, 23 Januari 2020.

Dalam menghadapi kekeringan, kata Mawardi, Pemkab Aceh Besar juga telah menyerukan kepada masyarakat untuk melaksanakan salat Istisqa atau salat minta hujan. Ia berharap, dengan adanya salat Istisqa, hujan dapat segera turun di Kabupaten Aceh Besar.

“Mudah-mudahan dengan doa ulama kita, rakyat kita masyarakat Aceh Besar turun semua salat istiqaf, bisa diberkati hujan,” ujar Mawardi. []

Baca juga: 

Berita terkait
Dinas Syariat Islam Abdya Aceh Pindah ke Masjid
Kantor Dinas Syariat Islam, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh pindah ke Masjid Agung Abdya di Desa Seunaloh.
Asal Mula Aceh Dijuluki Serambi Mekkah
Sebutan Serambi Mekkah menggambarkan Aceh pernah menjadi pusat peradaban dan khazanah keilmuan di Asia Tenggara.
Puluhan Anak di Aceh Singkil Putus Sekolah
Berdasarkan grafik neraca pendidikan daerah sebanyak 66 siswa di Aceh Singkil, Aceh putus sekolah.
0
Umrah Disetop, Ganjar: Jangan Ada Pungutan Tambahan
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersikap atas kebijakan Arab Saudi menutup sementara akses jemaah umrah.