15,7 Juta Kucing dan 10 Juta Anjing Piaraan Warga Jerman

Selama lockdown warga Jerman menghabiskan banyak uang untuk hewan piaraan, mulai dari kucing, anjing, burung kelinci, marmut, hamster, dan tikus
Sahabat terbaik manusia (Foto: dw.com/id)

Jakarta - Saat pemerintah Jerman memberlakukan lockdown, satu juta hewan peliharaan terjual. Tidak hanya pembelian, perawatan hewan peliharaan juga memakan banyak biaya. Timothy Rooks melaporkannya untuk dw.com/id.

piaraan1Bisnis yang menguntungkan (Foto: dw.com/id)

Bisnis yang menguntungkan - Tahun lalu, pengecer perlengkapan hewan peliharaan meraup omzet 4,5 miliar euro (Rp 76,7 triliun). Sementara penjualan online mencapai sekitar 820 juta euro (Rp 13,9 triliun). Data IVH (kelompok industri pemasok hewan peliharaan) menunjukkan, dengan menjual pakan burung liar, industri ini mendapat tambahan penghasilan hampir 5,5 euro miliar (Rp 93,7 triliun).

piaraan2Sahabat terbaik manusia (Foto: dw.com/id)

Sahabat terbaik manusia - Angka penjualan harga anjing yang meningkat pada tahun lalu membuat Jerman menjadi rumah bagi lebih dari 10 juta anjing. Selama pandemi, anjing peliharan merupakan pendamping untuk mengusir rasa kesepian.

piaraan3Dibanding anjing, kucing lebih banyak dipelihara (Foto: dw.com/id)

Dibanding anjing, kucing lebih banyak dipelihara - Di Jerman, kucing adalah raja. Saat ini ada 15,7 juta kucing yang dipelihara warga Jerman. Pengeluaran untuk makanan ringan dan susu untuk kucing mengalami peningkatan hingga 9,4%. Menariknya, ada seekor kucing yang memiliki kehidupan berkelas, yaitu Choupette, kucing milik legenda fesyen Karl Lagerfeld.

piaraan4Bukan hanya anjing dan kucing (Foto: dw.com/id)

Bukan hanya anjing dan kucing - Saat ini 47% rumah tangga di Jerman memiliki hewan peliharaan, tidak hanya kucing dan anjing. Ada 5 juta hewan kecil seperti kelinci, marmut, hamster, dan tikus yang kini memiliki majikan. Selain itu, terdapat 3,5 juta burung, 1,8 juta akuarium, dan sekitar 1,3 juta terarium untuk kadal dan penyu.

piaraan5Hobi yang tidak murah (Foto: dw.com/id)

Hobi yang tidak murah - Sementara kebanyakan orang di Jerman diharuskan untuk melakukan jaga jarak sosial, tetapi bagi hewan peliharaan rumah, mereka bebas mengunjungi teman-temannya saat berjalan di taman. Kesempatan bertemu seperti itu mungkin menjadi alasan mengapa dokter hewan, groomer, dan dog walker tetap sibuk. Angka pengeluaran untuk memelihara hewan diperkirakan lebih dari 5 miliar euro (Rp 85,3 triliun).

piaraan6Amerika Serikat (AS) lebih unggul (Foto: dw.com/id)

Amerika Serikat (AS) lebih unggul - Orang Jerman mungkin menyukai hewan peliharaan. Namun, menurut standar internasional, mereka mendapat predikat "lamban". Menurut penelitian yang dilakukan The Economist, dilihat dari biaya perawatan hewan peliharaan per orang pada 2019, Jerman berada di posisi kelima setelah Swiss, Prancis, dan Inggris. Sedangkan Amerika Serikat menduduki peringkat satu.

piaraan7Bekerja dari rumah dan berbelanja online (Foto: dw.com/id)

Bekerja dari rumah dan berbelanja online - Banyaknya orang yang menghabiskan waktu di rumah, membuat bisnis penitipan hewan mengalami kerugian. Namun secara umum, bisnis yang meliputi hewan peliharaan menjadi pemenang selama pandemi di Jerman. Kebutuhan hewan peliharaan yang dijual secara online mengalami peningkatan. Tahun lalu, transaksi online mencapai 820 juta euro (Rp 13,9 triliun), meningkat 16% dibandingkan tahun sebelumnya (ha/gtp)/dw.com/id. []

Berita terkait
Pandemi Tingkatkan Permintaan Kucing dan Anjing di Jerman
Masa pandemi dengan lockdown yang ketat meningkatkan permintaan hewan piaraan, terutama kucing dan anjing, di Jerman
0
DPR RI: Indonesia Tak Dapat Kuota Haji 2021
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan Indonesia tidak mendapat kuota haji 2021 dari Pemerintah Arab Saudi.