15 Cara Memulai Usaha Kuliner Sukses Untuk Pemula

Bisnis kuliner adalah jenis usaha yang bergerak dibidang makanan dan bisa jadi ladang cuan yang bisa membalikkan modal dengan cepat.
Bisnis online (Foto: Tagar/Freepik)

Jakarta - Bisnis kuliner adalah jenis usaha yang bergerak dibidang makanan dan bisa jadi ladang cuan yang bisa membalikkan modal dengan cepat. Pasalnya semua orang butuh makan dan orang Indonesia juga doyan kulineran. 

Tidak heran bila usaha atau bisnis kuliner selalu tumbuh dan berkembang karena menjanjikan keuntungan finansial bagi pelakunya. Jadi kamu bisa mencari tahu cara memulai usaha kuliner kecil-kecilan maupun berskala besar.

Walau tampak menjanjikan, risiko bisnis kuliner juga sangat tinggi untuk gagal. Menurut perkiraan, sebanyak 60 persen bisnis kuliner bubar di tahun pertamanya. 

Selanjutnya 80 persen takkan bertahan sampai dengan tahun kelima. Ada baiknya kamu melakukan persiapan matang sebelum memulai bisnis kuliner supaya tak mengikuti jejak mereka yang gagal

Cara memulai usaha kuliner online maupun offline tidak bisa dilakukan secara asal-asalan misalnya tanpa rencana, tanpa hitung-hitungan, dan perencanaan yang tidak matang lainnya. 

Cara bisnis makanan online rumahan atau di pinggir jalan di atas rentan gagal, entah karena bisnisnya tidak diminati masyarakat atau karena kesalahan manajemen. Jadi kamu harus memperhatikan berbagai faktor penting seperti konsep, produk, sumber daya manusia, target konsumen, promosi, dan sebagainya.


Cara Memulai Usaha Kuliner

Untuk memulai sebuah usaha kuliner, diperlukan beberapa hal yang perlu dilakukan, yakni:


1. Komitmen

Kunci utama untuk menjalankan sebuah bisnis adalah komitmen. Diperlukan komitmen kuat sebelum atau sembari usaha dijalankan.


2. Berani

Anda harus berani dalam semua hal, baik itu berani mengambil keputusan ataupun berani memulai langkah.

Anda tidak boleh ragu ataupun takut jika akhirnya usaha yang dirintis gagal atau bangkrut.

Jika gagal, pikirkan faktor kegagalan tersebut dan cari cara untuk memperbaikinya (evaluasi) secara cermat dan hati-hati.


3. Modal Awal Usaha

Modal merupakan salah satu hal penting sebelum memulai sebuah usaha.

Jika kamu tidak mempunyai modal yang cukup, ada banyak cara untuk menutupi kekurangan modal, misalnya mencari rekan yang bisa diajak kerja sama, meminjam ke koperasi atau bank melalui penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) untuk pelaku UKM.


4. Lokasi Usaha

Tentukanlah tempat usaha yang strategis. Perhitungkan pula modal yang akan dikeluarkan serta pertimbangkan pula peta persaingan bisnis di lokasi yang Anda pilih.


5. Menu

Sebelum memulai usaha, sebaiknya lakukan riset terlebih dahulu mengenai menu yang beredar di pasar.

Pilihlah menu yang belum banyak dijual agar mengurangi tingkat persaingan dengan tetap menyesuaikan target pasar.


6. Inovasi

Inovasi menjadikan faktor pembeda Anda dengan pelaku usaha sejenis.

Sifat inovatif ini bisa melingkup dari hal tampilan, bentuk, rasa, hingga kreasi penyajian pembuatan.

Contohnya, makanan tradisional yang dipadukan dengan gaya barat, atau menjual makanan luar (misal sushi) dengan cita rasa khas indonesia.


7. Pemasok Bahan Baku

Memiliki pemasok bahan baku tetap setiap harinya untuk memperlancar proses produksi.

Selain bisa mendapatkan harga relatif murah, Anda bisa diprioritaskan jika suatu saat bahan baku yang dibutuhkan langka di pasaran.


8. Sumber Daya Manusia (SDM)

Idealnya, karyawan terbagi ke dalam kelompok tukang masak, pelayan, dan kasir.

Namun, bila usaha tergolong kecil, seorang asisten saja sudah cukup.

Perhatikan pula kesejahteraan karyawan dengan memberi gaji sepadan dan tepat waktu.


9. Target Pemasaran

Menyesuaikan jenis usaha kuliner dengan target pasar merupakan salah satu kunci sukses.

Anda dapat menentukan target secara spesifik untuk mempermudah fokus dalam menggaet konsumen awal yang akan menjadi bahan promosi.


10. Promosi yang Tepat

Promosi dari mulut ke mulut hingga saat ini tetap menjadi andalan promosi suatu bisnis.

Jika Anda berhasil memuaskan konsumen, maka mereka bisa menjadi pelanggan setia Anda.

Selain itu, jangan lupa untuk memanfaatkan media promosi lain yang juga efektif, contohnya media sosial dan promo-promo pada hari tertentu.


11. Perizinan Usaha

Demi keamanan dan kenyamanan usaha, pastikan Anda sudah mengurus Surat Izin Usaha dari instansi pemerintahan atau pihak berwenang setempat.

Jika usaha semakin berkembang dan besar, ada baiknya segera mengurus Nomor Pokok Wajib pajak (NPWP) bagi usahamu, mengurus perizinan ke Kementerian Kesehatan, bahkan sertifikasi halal untuk semua produk usahamu ke Majelis Ulama Indonesia (MUI).


12. Action

Action sangat penting dalam memulai usaha. Tidak perlu planning yang detail di atas kertas. Tetapi action-lah yang menentukan usaha kita aman berjalan atau tidak.

Banyak faktor yang tidak bisa Anda kontrol yang memengaruhi usaha, salah satunya adalah faktor keberuntungan.



13. Menjaga Reputasi Bisnis

Ketika brand Anda sudah dikenal secara luas, salah satu tantangan paling berat adalah menjaga reputasi brand agar tetap baik di mata konsumen.

Reputasi menjadi faktor penentu yang memengaruhi bisnis kuliner Anda mampu bertahan lama atau tidak.

Jaga reputasi bisnis dengan cara meningkatkan mutu pelayan, menjaga cita rasa, dan terus memperbaiki atau meningkatkan sarana dan prasarana agar pembeli merasa nyaman.


14. Daftar ke jasa layanan antar makanan online

Sekarang ini jasa antar makanan secara online semakin digemari terlebih di tengah pandemi corona. Pesanan makanan dari pelanggan akan dikirimkan menggunakan motor dengan kemasan khusus. 

Maraknya aktivitas pembelian makanan secara online ini tentu mendongkrak pendapatan dari pengusaha restoran atau warung makan. Kamu bisa mendaftarkan usaha masakan kamu ke penyedia jasa food delivery untuk mendongkrak penjualannya.


15. Jangan takut gagal

Kegagalan kerap muncul karena kurangnya pemahaman terhadap bisnis yang tengah dijalani. Bila masih kurang pengetahuan untuk menjalani bisnis, tidak ada salahnya untuk mengikuti workshop kewirausahaan atau pelatihan bisnis yang relevan dengan bisnismu. Tidak ada salahnya buat kamu untuk berinvestasi terhadap diri sendiri.

Selain itu, kamu bisa juga bergabung dengan komunitas sesama pebisnis untuk belajar pengalaman usaha mereka. Tentunya kamu bisa lebih rajin membaca buku ataupun artikel tentang bisnis. 

Kamu juga bisa meningkatkan pengetahuan bisnis dan manajemen dengan kembali ke bangku kuliah sambil tetap menjalankan bisnis. Gabungan teori dan praktek yang kamu kamu dapat bisa meningkatkan kemampuanmu dalam mengelola bisnis. Tentunya akan memberikan dampak positif terhadap bisnismu dan memperluas lingkaran pergaulan kamu.

Nah, bagaimana nih, sudah tahu kan cara memulai usaha kuliner kecil-kecilan maupun berskala besar? cara di atas bisa kamu coba untuk memulai bisnis makanan kemasan maupun usaha kuliner lainnya.

Ada banyak contoh usaha kuliner atau makanan yang bisa kamu buka terlebih yang menguntungkan dan kekinian. Tentunya jangan lupa melakukan perencanaan keuangan saat melakukan bisnis, salah satunya menggunakan asuransi guna meminimalisir risiko yang tidak diinginkan.[]


(Christina Febrinola)

Baca Juga:

Berita terkait
3 Hal yang Perlu Dihindari dalam Berbisnis
Menjalankan bisnis perlu mengunakan strategi yang benar dengan tujuan mencapai hasil yang maksimal
Ide Bisnis Ini Cocok di Masa Pensiun
Masa pensiun sangat identik dengan kegiatan santai dirumah tanpa perlu pergi ke kantor setiap harinya.
AKI 2021, Sandiaga: Bisnis Terbaik Mampu Melewati Krisis
Menparekraf Sandiaga Uno memberikan pesan bahwa di masa pandemi bisnis terbaik adalah bisnis yang mampu melewati sebuah krisis apapun.
0
15 Cara Memulai Usaha Kuliner Sukses Untuk Pemula
Bisnis kuliner adalah jenis usaha yang bergerak dibidang makanan dan bisa jadi ladang cuan yang bisa membalikkan modal dengan cepat.