UNTUK INDONESIA
12 Kamera ETLE Dirusak Perusuh Demo Tolak UU Cipta Kerja
Ditlantas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Sambodo Purnomo Yogo menyebut sebanyak 12 kamera ETLE dirusak perusuh tolak UU Cipta Kerja.
Halte bus TransJakarta di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, hangus terbakar saat terjadi bentrok antara aparat kepolisian dan massa pengunjuk rasa yang menolak pengesahan UU Cipta Kerja, Kamis, 8 oktober 2020. (Foto: Antara/Dhemas Reviyanto)

Jakarta - Ditlantas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Sambodo Purnomo Yogo menyebut sebanyak 12 kamera tilang elektronik atau ETLE dirusak perusuh saat demonstrasi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja (Ciptaker) yang terjadi di Jakarta beberapa waktu lalu.

"Iya kamera ETLE ada 12 titik yang dirusak," ujar Sambodo saat ditemui wartawan di Cikunir, Bekasi, Jumat 30 Oktober 2020.

Ada yang memang panelnya yang rusak, ada yang disogrok sehingga dia posisinya (berubah), ada yang kabelnya putus dan sebagainya

Sambodo mengatakan, kamera tilang elektronik yang mengalami kerusakan tersebut saat ini tengah dalam proses perbaikan. Dia berujar, dalam waktu dekat perbaikan tersebut akan rampung.

Kemudian, Sambodo juga menjelaskan lokasi kamera ETLE yang dirusak tersebut tersebar di sekitar kawasan Sudirman dan MH Thamrin, termasuk sekitar Pos Polisi Patung Kuda yang mengalami pembakaran.

"Ada yang memang panelnya yang rusak, ada yang disogrok sehingga dia posisinya (berubah), ada yang kabelnya putus dan sebagainya," ucap dia.

Dia berpandangan, pengrusakan tersebut sengaja dilakukan. Namun, kata Sambodo, pihaknya akan melihat kamera CCTV yang ada di depan kemara ETLE yang dirusak tersebut untuk mengetahui lebih jauh.

"Lihat lah prosesnya seperti apa yang rusak,Masih dalam penyelidikan dan beberapa (pelaku) sudah ditangkap, juga kemarin sudah diekspos sama Krimum kan," ucap Sambodo.

Seperti diketahui, demonstrasi menolak UU Ciptaker yang terjadi di Jakarta pada 8 dan 13 Oktober 2020 berujung ricuh.

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengatakan, kepolisian masih mencari dalang di balik para pelajar melakukan aksi unjuk rasa berujung anarkis di Ibu kota tersebut.

Kata Nana, kepolisian telah mengamankan sekitar 2.667 orang yang didominasi 70 persen para pelajar. Menurut Nana, para pelajar tersebut berasal dari Bogor, Subang, Jakarta, Bekasi, Tangerang, dan Cilegon.

Kemudian, 143 orang ditetapkan polisi sebagai tersangka dari 2.667 orang yang diamankan tersebut. Sementara, 67 di antaranya ditahan, termasuk 31 orang di dalamnya yang merupakan pelajar. []

Berita terkait
Bu Mega: Anak Muda Jangan Dimanja, Hanya Bisa Demo!
Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri meminta Presiden Jokowi untuk tidak memanjakan generasi muda, karena dianggap hanya bisa demo.
Makin Banyak Baliho Rizieq Shihab, Demokrat: Beliau Tokoh Agama
Baliho Habib Rizieq Shihab makin banyak dengan kabar kepulangan ke RI. Menurut politisi Demokrat Mujiyono, pentolan FPI itu memang tokoh agama.
Teten Masduki: Cipta Kerja Konsolidasikan Data Tunggal KUMKM
Menkop UKM Teten Masduki mengatakan, UU Cipta Kerja membuka ruang bagi pemerintah untuk mengkonsolidasikan data tunggal koperasi dan UMKM.
0
Kemenperin Fasilitasi Pengembangan Perwilayahan Industri
Kementerian Perindustrian memfasilitasi sinergitas percepatan pembangunan melalui pengembangan perwilayahan industri.