UNTUK INDONESIA
100 RS di 31 Provinsi untuk Penderita Corona
Presiden Jokowi tengah melakukan antisipasi pencegahan Virus Corona di Indonesia, salah satunya memperketat bandara.
Penumpang diperiksa suhu badannya menyusul penularan virus corona baru di China, di Bandara Internasional Bandaranaike di Katunayake, Sri Lanka, Jumat, 24 Januari 2020. (foto: Antara)

Jakarta - Juru Bicara (Jubir) Istana bidang sosial Angkie Yudistia menyampaikan pemerintah telah menyiapkan 100 Rumah Sakit (RS) di 31 Provinsi untuk menangani masyarakat yang terinfeksi Virus Corona.

Pemerintah juga meningkatkan sarana pencegahan virus di 19 daerah penerima kedatangan langsung dari Tiongkok.

"Pemerintah telah menyiapkan 100 rumah sakit di 31 Provinsi dan tiga rumah sakit rujukan nasional di Jakarta dengan fasilitas memadai sebagai rujukan penyakit corona jenis baru," ucap Angkie. 

Pendiri Thisable Enterprise ini mengatakan hingga kini pihak istana memastikan langkah terbaik dalam mencegah Virus Corona atau bahaya virus lainnya. Dengan begitu, kata Angkie, masyarakat dapat beraktifitas tanpa rasa takut.

Baca juga: Situasi RSPI Pasca Kabar Pasien Diduga Virus Corona

Angkie mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyampaikan antisipasi pemerintahan dalam melakukan pencegahan penyebaran Virus Corona (nCOv) di Indonesia. 

"Istana terus berkoordinasi dengan kementerian kesehatan dan lembaga terkait untuk memastikan pencegahan dan antisipasi persebaran Virus Corona (nCOv) berjalan optimal," kata Angkie kepada Tagar, Senin, 27 Januari 2020.

Dua orang pasien yang dikabarkan terjangkit Virus Corona di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, lanjut Angkie, istana memastikan informasi ini tidak benar.

"Hingga saat ini belum ada pasien yang dinyatakan positif terjangkit," ucap Angkie.

Pemerintah juga, lanjut dia, telah menyiapkan sejumlah laboraturium Bio Medis dan lima laboraturium regional yang memiliki fasilitas konfirmasi Virus Corona.

Angkie mengatakan pemerintah tengah memperketat pemeriksaan di semua akses masuk bandara, khususnya yang memiliki rute penerbangan internasional termasuk domestik, seperti di Bandara Soekarno Hatta, telah diaktifkan alat pemindai suhu tubuh untuk mendeteksi gejala Virus Corona.

"Pemerintah juga meningkatkan sarana pencegahan virus di 19 daerah penerima kedatangan langsung dari Tiongkok," tutur stafsus milenial tersebut.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga sudah memerintahkan untuk memperketat pemeriksaan terkait keberangkatan dan kedatangan dari dan ke Wuhan, China, di bandara dan pelabuhan Indonesia.

Baca juga: Antisipasi Kemenhub Cegah Virus Corona ke Indonesia

"Tadi malam saya sudah menyampaikan perintah kepada seluruh operator bandara dan pelabuhan untuk meningkatkan pemeriksaan (terhadap) penerbangan dari dan ke Wuhan, atau kapal yang berasal dari China kita periksa intensif. Saya harapkan cepat selesai," kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin, 27 Januari 2020, seperti diberitakan Antara,.

Seluruh petugas operasional pelabuhan dan bandara, kata Budi, harus mengenakan masker selama bertugas dan terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan sebanyak 2.014 orang positif terjangkit Virus Corona atau novel coronavirus (nCov), dan sudah ada 56 orang yang meninggal dunia.

Mengutip data resmi WHO, Senin,  26 Januari 2020 di Jakarta, jumlah kasus Virus Corona meningkat sebanyak 694 kasus, sehari sebelumnya masih tercatat 1.320 orang yang terjangkit. []

Berita terkait
Tiga Cara Penanganan Gejala Umum Virus Corona
Virus corona masuk ke tahap gawat darurat dunia, berikut cara penanganan awal ketika menemukan seseorang terkena gejala virus tersebut.
Ikatan Dokter Indonesia soal Virus Corona di Wuhan
Penjelasan lengkap Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia tentang virus corona dari China yang menyebar ke seluruh dunia. Penting diketahui semua.
Bayi 9 Bulan di Beijing Terinfeksi Virus Corona
Seorang bayi perempuan berusia 9 bulan di Beijing, China terinfeksi Novel Coronavirus (2019-nCoV) atau virus corona.
0
Disdikpora Bantul Melarang Kegiatan Pramuka
Disdikpora Bantul mengeluarkan SE larangan kegiatan Pramuka yang berisiko tinggi. Jika sekolah menghiraukan bakal dikenai sanksi berat.