10 Tanda Adanya Toksin di Dalam Tubuhmu

Racun menumpuk dalam tubuh kita setiap hari, dan kalau mencapai titik kritis, kamu bisa menderita sakit parah.
Ilustrasi. (Foto: Tagar/Shutterstock)

Jakarta - Toksin ada di mana-mana di sekitar kita, entah itu di udara yang kita hirup, air yang kita minum, atau makanan yang kita makan. Bahkan ponsel kesayanganmu adalah ladang kotoran penuh bakteri yang cukup untuk membuatmu jatuh sakit. Racun menumpuk dalam tubuh kita setiap hari, dan kalau mencapai titik kritis, kamu bisa menderita sakit parah.

Untuk membantumu menyadari bahwa mungkin sudah saatnya kamu melakukan detoks, berikut daftar gejala yang mengindikasikan bahwa terdapat toksin dalam tubuhmu.


1. Kamu mengalami sembelit

Saat mengonsumsi makanan, dengan tidak sengaja kita juga menelan banyak bahan kimia yang menyertainya, seperti bahan pengawet, pewarna, dan perasa buatan. Usus yang bertugas mencerna juga harus menghadapi racun ini. Tumpukan toksin ini bisa menimbulkan sakit perut dan konstipasi.


2. Kamu mengalami kabut otak

Jika kamu merasa pusing, bingung, dan tidak bisa berkonsentrasi di pagi hari meskipun baru bangun dari tidur nyenyak, bisa jadi racun-racun berbahaya sedang mengganggumu. Toksin ini menyebabkan serentetan reaksi yang menguras vitamin dan mineral penting yang dibutuhkan tubuh untuk berfungsi. Ini serupa dengan ketika kamu memasukkan oli yang buruk ke dalam mobilmu.

3. Mengalami masalah bau badan

Kamu mandi pagi, memakai deodoran, tapi di kereta, orang mengernyitkan hidung saat kamu mendekati mereka. Tepat. Berbagai toksin mungkin membuatmu bau! Saat dicerna, racun-racun ini menghasilkan berbagai gas dan bau yang ketika keluar melalui pori-porimu bisa menghasilkan bau yang bisa bersaing dengan gas perut paling busuk yang pernah kamu alami.


4. Kamu menderita nyeri sendi dan otot

Jika kamu tidak olahraga berat di gym atau melakukan pekerjaan yang melelahkan secara fisik, tapi tetap menderita nyeri sendi dan otot, timbunan racun mungkin jawabannya. Nyeri dan sakit di tubuh adalah indikasi bahwa di tubuhmu terdapat radang tak terkendali, jadi bila tidak ada alasan lain bagi radang itu, coba lakukan detoks.


5. Noda baru muncul di kulitmu

Kulit adalah organ tubuh terluas yang sering terpapar polusi. Produk-produk yang kita pakai seperti sampo, kondisioner, sabun, dan lotion bisa mengandung bahan kimia berbahaya. Paparan terhadap begitu banyak bahan kimia beracun bisa menimbulkan berbagai gejala seperti jerawat, kulit kemerahan, dan eksim.

6. Makin sulit tertidur

Di satu sisi, timbunan toksin membuatmu lelah dan di sisi lain justru memperparah situasi, toksin bisa merusak tidurmu. Banyaknya toksin dalam tubuh bisa menyebabkan kadar hormon pengendali tidur kortisol menjadi kacau, sehingga berdampak terhadap tidurmu. Insomnia bisa menimbulkan masalah kesehatan serius, jadi jika menurutmu tidur semakin sulit, pertimbangkan untuk melakukan detoks.


7. Berat badanmu bertambah

Meskipun kamu sudah banyak berolahraga di gym, jika berat badanmu tetap saja naik, mungkin ada masalah dengan hormonmu. Toksin bisa berdampak buruk terhadap hormon-hormon tertentu dalam tubuh, termasuk yang bertanggung jawab untuk mempertahankan berat badan. Beralih kepada pola makan organik yang sehat dan melakukan detoksifikasi tuntas akan membantu.

8. Napasmu berbau, yang bahkan tercium olehmu

Biasanya, napas berbau merupakan gejala gangguan pencernaan. Bau ini muncul saat sistem pencernaanmu bekerja mencerna semua yang kamu makan. Tapi masalah pencernaan juga bisa timbul ketika livermu berjuang untuk membersihkan semua toksin yang tertimbun. Menyingkirkan toksin adalah satu-satunya cara untuk menangani masalah ini.


9. Kuku kakimu rapuh dan tampak jelek

Gravitasi menarik racun-racun turun di tubuhmu, dan kuku jari kakimu bisa merana. Jari-jari kaki seringnya tetap berada dalam gelapnya kaus kaki dan sepatu, yakni ekosistem yang disukai jamur. Faktor-faktor ini berpadu menjadikan kuku kaki tempat berkembang biak jamur. Meskipun ada obat oles yang diresepkan untuk mengatasinya, mengobatinya dari dalam dengan melakukan detoks adalah cara menyeluruh untuk mengatasinya.

10. Rambutmu lebih cepat rontok

Rambut rontok adalah gejala kelebihan toksin yang disebabkan oleh toksin sehari-hari. Bisa jadi ini ulah dari racun yang lebih jahat, antara lain seperti arsenik, timbal, dan talium (ditemukan dalam asap rokok), yang bahkan bisa mematikan. Jadi jangan anggap enteng rambut rontok dan bergegaslah periksa ke dokter.

Jika kamu mengalami satu atau lebih dari kondisi yang dijelaskan di atas, melakukan detoksifikasi adalah ide yang baik. Meskipun ada berbagai prosedur detoks yang rumit, melakukan sedikit perubahan gaya hidup juga bisa membantu.


Cara mengatasi toksin dengan melakukan detoks

  • Minum air dalam jumlah yang cukup; hal ini membantu mengeluarkan racun.
  • Toksin merusak liver. Agar liver tetap kuat, minumlah teh dandelion, atau tambahkan peterseli, ketumbar, atau milk thistle pada makananmu.
  • Lakukan yoga: latihan ini memperbaiki sirkulasi darah dalam tubuh dan membantu menyingkirkan toksin.
  • Sikat gigimu setelah makan malam. Dan jangan lupa gunakan juga sikat lidah.
  • Hanya konsumsi makanan organik utuh yang bersih.
  • Tambahkan probiotik ke dalam dietmu.
  • Hanya gunakan produk-produk kosmetik alami yang bebas pewangi dan racun-racun lain.


(Sri Wahyuni Sitorus)

Berita terkait
Merkuri dalam Kosmetik Berubah Jadi Racun dalam Tubuh
Sekecil apa pun jumlah merkuri yang masuk dalam tubuh akan menjadi racun. Apabila dioleskan dan diserap kulit, ia akan masuk ke peredaran darah.
7 Makanan yang Tidak Boleh Dipanaskan dengan Microwave
Tidak semua makanan boleh dipanaskan dengan microwave, ada beberapa makanan yang bisa menjadi berbahaya jika dihangatkan dalam microwave.
7 Makanan yang Tidak Baik untuk Hati
Sejumlah jenis makanan tidak baik untuk hati sebab organ hati bertanggung jawab memecah karbohidrat, membuat glukosa, dan membersihkan tubuh.