10 Kelurahan di Kota Tegal Rawan Banjir, Ini Penjelasannya

Sebanyak 10 kelurahan di Kota Tegal rawan kena banjir di musim hujan kali ini. Juga rawan kena rob. Mana saja?
Wali Kota Tegal Dedy Yon mengecek kesiapan peralatan untuk mengantisipasi bencana banjir dan rob di musim hujan saat apel kesiapsiagan bencana alam di kawasan Pantai Alam Indah, Selasa, 10 November 2020. (Foto: Tagar/Farid Firdaus)

Tegal - Sebanyak 10 kelurahan di Kota Tegal, Jawa Tengah, rawan banjir pada musim hujan tahun ini. Tak hanya rawan banjir akibat luapan sungai, beberapa kelurahan itu juga rentan tergenang rob sebagai dampak fenomena La Nina. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tegal Andri Yudi Setiawan mengatakan, potensi bencana di Kota Tegal mengalami peningkatan dari rendah menjadi sedang. Peningkatan ini setelah terjadi banjir besar pada 2017 dan 2018.

"Banjir pada 2017 dan 2018 membuat indeks bencana di Kota Tegal mengalami peningkatan," kata Yudi, Kamis, 12 November 2020. 

Menurut Yudi, banjir terparah pada 2017 dan 2018 ter‎jadi di wilayah Kecamatan Margadana. Untuk itu, pihaknya mengantisipasi terjadinya banjir serupa di wilayah tersebut.

‎Dia menyebut ada tujuh kelurahan di Kecamatan Margadana yang rawan banjir, yakni Kelurahan Margadana, Kaligangsa, Krandon, Cabawan, Sumurpanggang, Pesurungan Kidul, dan Kalinyamat Kulon. Wilayah-wilayah itu rawan banjir dari limpasan debit air di older Bayeman dan Sungai Kemiri‎.

Banjir pada 2017 dan 2018 membuat indeks bencana di Kota Tegal mengalami peningkatan.

‎Selain tujuh kelurahan itu, banjir akibat limpasan debit air dari Sungai Ketiwon dan Sungai Gung juga rawan terjadi di Kelurahan Panggung dan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur. Dua kelurahan ini, bersama Kelurahan Muarareja di Kecamatan Tegal Barat diketahui juga rawan tergenang rob.

"Kelurahan Panggung, Mintaragen dan Muaraeja juga rawan terdampak air pasang laut atau rob akibat pengaruh La Nina," ujar Yudi.

‎Menyikapi hal itu, BPBD telah menyiapkan langkah antisipasi, di anyatanya menyiagakan 24 personel Tim Reaksi Cepat, enam satuan tugas hingga mendirikan tiga posko. 

Tiga posko ini berlokasi di Kecamatan Margadana, Kecamatan Tegal Timur, dan Kecamatan Tegal Barat. Posko itu akan didirikan mulai 1 Desember sampai dengan Maret 2021.

"Nantinnya ketika sudah memasuki puncak musim hujan, kami juga akan menyiagakan 45 relawan untuk disebar di tiga posko tersebut," ujar Yudi.

Baca juga: 

Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono mengatakan, kewaspadaan terhadap potensi terjadinya bencana alam ditingkatkan mulai November 2020 hingga Januari 2021.

"Semua elemen, khususnya BPBD, TNI Polri, relawan meningkatkan kewaspadaan. Di Kota Tegal walaupun tidak ada gunung, tidak pernah terjadi longsor atau tanah bergerak, posisi kami ada pesisir, jadi biasanya terjadi banjir dan rob," bebernya.

Dedy Yon juga menyampaikan satu mobil penyedot air berkapasitas 8.000 liter per menit disiapkan untuk mengatasi genangan banjir pada musim hujan tahun ini.

"Tempat-tempat yang biasa terjadi genangan, kami sediakan mobil penyedot air. Nanti keliling sehingga bisa mengatasi genangan dengan cepat," ujar dia. []

Berita terkait
Pemkot Surabaya Mitigasi Aliran Sungai Antisipas Banjir
Pemkot Surabaya mencatat ada 15 kecamatan untuk melakukan pemetaan risiko bencana banjir yang dilalui sungai.
Grumbul Nusapule, Dusun Terisolasi Banjir di Banyumas
Grumbul Nusapula, dusun di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang selalu terisolasi tiap hujan datang.
Cegah Banjir, Eceng Gondok Sungai Bakinah Kudus Dibersihkan
Enceng gondok yang memenuhi Sungai Bakinah Kudus dibersihkan. Langkah ini sebagai upaya cegah banjir.
0
Politikus PDIP Jagokan Andika Perkasa Jadi Panglima TNI
Politisi PDIP Effendi Simbolon menjagokan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa menjadi Panglima TNI mengantikan Hadi Tjahjanto.