UNTUK INDONESIA

10 Gunung Berapi Paling Berbahaya dan Mematikan di Dunia

Di seluruh dunia ada 1.500 gunung berapi aktif, yang erupsinya dalam dua abad terakhir menewaskan ratusan ribu orang
Unzen, Jepang (Foto: dw.com/id)

Jakarta - Di seluruh dunia terdapat 1.500 gunung api aktif, yang erupsinya dalam dua abad terakhir menewaskan ratusan ribu orang. Indonesia dengan 130 gunung api aktif, memegang rekor letusan terdahsyat dan korban terbanyak. Agus Setiawan melaporkannya untuk dw.com/id.

gunung1Tambora, Indonesia (Foto: dw.com/id)

Tambora, Indonesia - Letusan gunung Tambora di Sumbawa tahun 1815 memuntahkan jutaan kubik meter material ke atmosfir, yang menyebabkan Eropa pada 1816 mengalami tahun tanpa musim panas. Sedikitnya 92.000 orang tewas akibat erupsi. Sekitar 100.000 korban lain tewas di Eropa dan Amerika akibat kelaparan yang dipicu gagal panen gara-gara abu letusan Tambora menyebabkan musim dingin panjang.

gunung2Krakatau, Indonesia (Foto: dw.com/id)

Krakatau, Indonesia - Letusan gunung Krakatau 27 Agustus 1883 menyemburkan material ke atmosfir hingga ketinggian 20 km. Debu vulkaniknya tersebar ke seluruh dunia dan erupsi memicu tsunami dahsyat. Dentumannya terdengar hingga ke Mauritius yang jaraknya 4.800 km. Sedikitnya 36.000 orang meninggal akibat letusan tersebut. Kini dari bekas kaldera muncul gunung Anak Krakatau.

gunung3Mt. Pelee, Martinique Perancis (Foto: dw.com/id)

Mt. Pelee, Martinique Perancis - Letusan dahsyat yang terjadi mulai 25 April hingga mencapai puncaknya 8 Mei 1902 menewaskan lebih 40.000 orang di pulau kawasan Antilles Kecil milik Perancis. Gunung api yang diduga sudah mati itu tiba-tiba aktif dan melontarkan isi dapur magmanya. Letusan final tanggal 8 Mei sangat hebat, sehingga meluluhlantakkan kota St. Pierre. Hanya dua orang warga kota yang selamat dari kematian.

gunung4Vesuvius, Italia (Foto: dw.com/id)

Vesuvius, Italia - Erupsi yang dicatat sebagai paling dramatis dalam sejarah dunia, adalah letusan gunung Vesuvius di Italia pada tahun 79 Masehi. Akibat letusan, kota-kota Pompeii, Herculaneum dan Stabia hancur dan lebih dari 10.000 orang tewas dilanda awan dan lahar panas. Sementara letusan tahun 1631 tercatat menewaskan lebih 6.000 orang.

gunung5Kelud, Indonesia (Foto: dw.com/id)

Kelud, Indonesia - Letusan gunung Kelud 19 Mei 1919 menghancurkan lebih dari 100 desa dan menewaskan sedikitnya 5.000 orang. Saat erupsi, 38 juta kubik meter air dilontarkan dari danau kawah. Letusan terakhir terjadi 2014 yang membuat sengsara warga di sekitar Blitar hingga ke Yogyakarta.

gunung6Nevado del Ruiz, Kolombia (Foto: dw.com/id)

Nevado del Ruiz, Kolombia - Gunung api ini sebetulnya sudah melontarkan sinyal akan meletus hebat, dengan tremor dan gempa kecil terus menerus. Tapi pemerintah Columbia mengabaikannya, hingga sebuah erupsi hebat tanggal 13 November 1985 malam, menyemburkan lava, lahar panas serta lahar dingin yang menimbun kota Armero. Sedikitnya 23.000 orang tewas akibat letusan gunung api tersebut.

gunung7Merapi, Indonesia (Foto: dw.com/id)

Merapi, Indonesia - Gunung Merapi di dekat Yogyakarta yang berpopulasi padat terkenal sebagai gunung api paling aktif dalam beberapa dekade terakhir ini. Erupsi yang terjadi tahun 1930 tercatat menelan korban terbanyak, 1.300 tewas. Letusan tahun 2010 yang merupakan erupsi terhebat sejak 1872 menewaskan sedikitnya 350 orang.

gunung8Mount Nyiragongo, Republik Demokrasi Congo (Foto: dw.com/id)

Mount Nyiragongo, Republik Demokrasi Congo - Gunung berapi yang berlokasi di Virunga National Park dekat perbatasan antara Republik Demokrasi Congo dan Ruanda ini terkenal karena danau lava cairnya dengan diameter sekitar 1,2 km. Erupsi yang terjadi 2002 meluluhlantakan kota Goma dengan aliran lava cairnya. Sejarah mencatat erupsi, gunung api Nyiragongo menyumbang kontribusi 40% dari seluruh kasus letusan gunung api di benua Afrika.

gunung9Unzen, Jepang (Foto: dw.com/id)

Unzen, Jepang - Erupsi gunung api Unzen pada tahun 1792 dicatat sebagai salah satu bencana alam terhebat dalam sejarah Jepang. Letusan Unzen yang berlokasi dekat kota Nagasaki itu memicu tanah longsor dan tsunami. Sedikitnya 15.000 orang tewas akibat kombinasi bencana alam letusan gunung api, tanah lonsor dan tsunami.

gunung10Laki Volcanic System, Islandia (Foto: dw.com/id)

Laki Volcanic System, Islandia - Erupsi berlangsung 8 bulan mulai 8 Juni 1783 hingga Februari 1784 muntahkan lebih dari 14,7 kubik kilometer lava dan sebabkan munculnya retakan sepanjang 27 kilometer. Tapi sekitar 9.500 korban tewas bukan diakibatkan lontaran material vulkanik padat, melainkan akibat dilanda gas beracun yang juga dilontarkan ke atmosfir dan memicu hujan asam, yang membunuh ribuan hewan ternak dan meracuni tanah (dw.com/id – 11/12-2014). []

Berita terkait
Volume Dua Kubah Lava Gunung Merapi dan Pertumbuhannya
BPPTKG Yogyakarta melaporkan dua kubuh lava Gunung Merapi terus tumbuh. Berikut volume kedua kubah lava dan pertumbuhannya.
7 Wisata Alam Terbentuk dari Letusan Gunung Berapi
Wisata alam yang terbentuk dari letusan gunung berapi banyak dikagumi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Update Gunung Merapi: Volume Kubah Lava 62.000 Meter Kubik
Guguran dan awan panas pada 26 dan 27 Januari 2021 membuat volume kubah lava Merapi berkurang menjadi 62.000 meter kubik. Berikut update lainnya.
0
10 Gunung Berapi Paling Berbahaya dan Mematikan di Dunia
Di seluruh dunia ada 1.500 gunung berapi aktif, yang erupsinya dalam dua abad terakhir menewaskan ratusan ribu orang