1.574 Hektare Sawah Terendam Banjir, Petani Kudus Pasrah

Petani di Kudus hanya bisa pasrah melihat ribuan hektar sawahnya terendam banjir. Musim taman I gagal.
Ribuan hektar sawah di Kudus terendam banjir. Petani hanya bisa pasrah melihat kondisi tersebut. (Foto: Tagar/Nila Niswatul Chusna)

Kudus - Sebanyak 1.574 hektare sawah di Kabupaten Kudus terendam air banjir di masa tanam I ini. Para petani hanya bisa pasrah melihat kondisi tersebut. 

Diketahui sejumlah area persawahan di Kudus terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur Kota Kretek dalam beberapa hari terakhir. Ketinggian genangan air bervariasi antara 40 hingga 110 sentimeter.

Hadi, petani Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan mengatakan hampir seminggu lebih sawahnya terendam banjir. Sampai sekarang dirinya belum melakukan tindakan apapun untuk mengatasi hal tersebut.

"Jalan keluarnya ya harus disedot pakai pompa. Tapi ya itu, biayanya cukup mahal," katanya, Kamis, 10 Desember 2020. 

Lebih lanjut, Hadi mengatakan banjir ini membuat petani di Undaan harus merugi sekitar Rp 2 juta per hektare sawah. Taksiran berdasarkan kalkulasi biaya pengolahan sawah, pembibitan hingga penanaman padi.

Mau bagaimana lagi, setiap tahun memang seperti ini.

Pertimbangan itu membuat banyak petani di Undaan memilih membiarkan sawahnya terendam banjir dan masa tanam I tahun 2020-2021 gagal. "Kami sudah rugi sekitar Rp 2 juta per hektare. Kalau masih mengeluarkan uang untuk penyedotan air, berat rasanya," imbuhnya.

Hal senada diungkapkan Samijo, petani Wonosoco lain. Dikatakannya ada sekitar 109 hektar sawah di desanya yang terendam banjir. Sawah-sawah tersebut rata-rata ditanami padi dengan usia tanam antara 15 hingga 25 hari.

Sama dengan Hadi, dia mengaku memilih membiarkan sawahnya tergenang banjir. Sebab tak mau lagi mengeluarkan biaya tambahan untuk sewa pompa penyedot air.

"Mau bagaimana lagi, setiap tahun memang seperti ini," ucapnya pasrah.

Terpisah, Kepala Desa Wonosoco Setiyo Budi menyebut sebelumnya, telah melakukan langkah antisipasi dengan menutup saluran gorong-gorong yang menghubungkan persawahan dan Sungai Londo. Agar saat terjadi peningkatan debit, air sungai Londo tidak melimpas dan membanjiri sawah warga.

Namun upaya tersebut tidak cukup berhasil. Dalam waktu dekat pihaknya akan mengupayakan penyedotan genangan air dari sawah menggunakan pompa berukuran delapan dim.

"Kami usahakan itu, untuk mengurangi debit genangan di sawah. Sekaligus menyelamatkan tanaman padi warga," ucapnya.

Baca juga: 

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Catur Sulistyanto mengatakan ada 1.574 hektare sawah di Kudus yang tergenang banjir. Rinciannya, di Kecamatan Jati seluas satu hektare, Kecamatan Kaliwungu empat hektare, Kecamatan Jekulo 529 hektare, Kecamatan Undaan 666 hektare dan di Kecamatan Mejobo 374 hektare.

"Usia tanaman sekitar 5 hingga 65 hari," sebutnya.

Catur mengaku akan meminjamkan pompa air untuk mengeluarkan air dari persawahan yang terendam. Pihaknya juga akan memfasilitasi pengajuan klaim asuransi petani untuk tanaman padi yang puso.

"Sebagian petani merupakan peserta asuransi usaha tani padi (AUTP). Kami siap mendata kebutuhan benih bila ada tanaman padi akhirnya puso," imbuh dia. []

Berita terkait
64 Rumah di Jati Wetan Kudus Terendam Banjir
Sebanyak 64 rumah Jati Wetan., Kudus, terendam banjir hingga 65 sentimeter. Warga masih bertahan, belum mengungsi.
Perajin Batu Bata Berkejaran dengan Banjir dan Hujan
Menjadi perajin batu bata merupakan pekerjaan sebagian Desa Bangunreja, Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap. Ini kendala mereka.
Emelio Tumanggor Kehilangan Ayah Ibu saat Banjir Bandang Dairi
Emelio Tumanggor anak berumur 8 tahun, bersaksi tentang kehilangan kedua orang tuanya dalam banjir bandang di Kabupaten Dairi.
0
Ronald De Boer Dipilih Jadi Duta Piala Dunia 2022 Qatar
Bintang sepak bola Belanda, Ronald de Boer, mengatakan, dia sangat antusias mendapat kesempatan menjadi Duta Piala Dunia 2022 di Qatar